Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat mengunjungi Desa Wisata Aeng Tong-Tong, beberapa waktu lalu.
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Dijadikannya keris asal Desa Wisata Aeng Tong-Tong, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, sebagai suvenir resmi Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali, membuat Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bangga.
Menurutnya, hal itu harus dijadikan motivasi bagi Desa Wisata Aeng Tong-Tong dalam melestarikan keris yang notabene budaya bangsa yang memiliki nilai-nilai dan filosofi yang tinggi.
BACA JUGA:
- Pecel Masuk 10 Besar Salad Terbaik Dunia, Khofifah: Bukti Kuliner Jatim Mendunia
- Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional 2026, Gubernur Khofifah Hadir di Layanan Kegiatan Jawara
- Laksanakan Sholat Idul Adha di Al Akbar, Gubernur Khofifah Serahkan Kurban dari Presiden Prabowo
- Khofifah Pantau Stok Bahan Pokok di Pasar Bojonegoro, Sejumlah Komoditas Terpantau Naik
Apalagi, keris Indonesia sudah dikukuhkan sebagai warisan budaya dunia non-bendawi manusia oleh UNESCO di tahun 2005.
"Orang Jawa Timur harus berbangga karena kerajinan asal Bumi Majapahit ini menjadi suvenir para delegasi negara-negara KTT G20. Semoga keris dari desa ini dapat merambah pasar ekspor dan semakin mendunia," ungkap Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Kota Surabaya, Rabu (16/11/2022).
Khofifah meyakini, usai perhelatan KTT G20, nama Desa Wisata Aeng Tong-Tong, Kabupaten Sumenep juga akan semakin terangkat. Apalagi, tahun 2014 lalu, desa ini juga dinobatkan oleh UNESCO sebagai satu-satunya desa wisata dengan empu keris terbanyak di dunia.
Desa Aeng Tong-Tong juga berhasil menyabet dua gelar luar biasa. Pertama, memecahkan Rekor MURI sebagai desa dengan empu keris terbanyak di dunia. Dan kedua, Desa Aeng Tong-Tong juga dinobatkan sebagai Juara I ADWI 2022 kategori daya tarik pengunjung.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




