Peringatan Harkopnas di Pamekasan, Khofifah: Koperasi Harus Jadi Penopang Ekonomi Rakyat Jatim

Ringkasan Berita
  • Gubernur Jatim Khofifah menegaskan koperasi sebagai pilar ekonomi kerakyatan dan benteng ketahanan ekonomi daerah, yang harus terus memperluas akses ekonomi dan memberikan manfaat nyata bagi anggota serta masyarakat.
  • Kontribusi koperasi dan UMKM terhadap perekonomian Jatim mencapai sekitar 60%, dengan provinsi ini memiliki 29.987 koperasi aktif terbanyak di Indonesia dan mendorong pertumbuhan ekonomi triwulan I 2026 sebesar 5,96% (melampaui nasional).
  • Koperasi didorong untuk beradaptasi dengan transformasi digital dan AI, menjadi organisasi modern dan profesional, melalui program strategis pemerintah seperti digitalisasi dan perluasan akses pembiayaan inklusif.
  • Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) telah menjadi penggerak ekonomi desa, dengan 8.494 unit terbentuk dan nilai transaksi tertinggi nasional (Rp23,7 miliar atau 38% dari total nasional), mencakup berbagai layanan seperti sembako, farmasi, dan simpan pinjam.

PAMEKASAN,BANGSAONLINE.com - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut koperasi kini menjadi pilar utama ekonomi kerakyatan sekaligus benteng ketahanan ekonomi Jawa Timur di tengah dinamika ekonomi global dan pesatnya perkembangan teknologi digital.

Pernyartaan tersebut disampaikan Khofifah saat menghadiri puncak peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 Provinsi Jawa Timur di Bakorwil Pamekasan, Selasa (21/7/2026).

Di hadapan ribuan insan koperasi dari berbagai daerah di Jawa Timur, Khofifah meminta agar Harkopnas jadi momentum untuk membangkitkan kembali semangat gotong royong yang menjadi fondasi gerakan koperasi sejak awal berdiri di Indonesia.

"Koperasi bukan sekadar institusi ekonomi. Koperasi adalah ruang gotong royong yang menjaga denyut kesejahteraan masyarakat. Karena itu koperasi harus terus hadir memperluas akses ekonomi, memperkuat solidaritas, dan memberikan manfaat nyata bagi anggotanya maupun masyarakat," kata Khofifah.