Jatim Park 1 Punya Wahana Baru Mega Science Center, Wali Kota Batu dan Gubernur Jatim Beri Apresiasi

KOTA BATU,BANGSAONLINE.com - Kehadiran wahana baru Mega Science Center dan Budaya di kawasan Jatim Park 1, Kota Batu, mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kota Batu.

Wahana tersebut mengusung perpaduan konsep sains, teknologi, dan budaya yang dikemas dalam berbagai pengalaman interaktif bagi wisatawan.

Wali Kota Batu Nurochman menilai keberadaan wahana tersebut memberikan nilai tambah sekaligus menghadirkan pengalaman baru bagi wisatawan yang berkunjung ke Kota Batu.

"Ini karena terdapat sains, teknologi, dan budaya dikemas secara interaktif, sehingga kunjungan terasa lebih menarik dan berkesan," ujar Nurochman.

Menurutnya, kehadiran destinasi wisata berbasis edukasi tersebut turut memperkaya pilihan wisata di Kota Batu.

Keragaman destinasi dinilai penting untuk memberikan alasan bagi wisatawan agar tertarik kembali berkunjung ke Kota Batu.

"Bagi saya, inovasi seperti ini penting untuk menjaga daya tarik Kota Batu sebagai destinasi utama. Semakin banyak pilihan yang tersedia, semakin lama wisatawan tinggal, dan semakin luas pula dampak positifnya bagi ekonomi masyarakat Batu," tegasnya.

Nurochman menyebut Mega Science Center dan Budaya sebagai salah satu kontribusi besar Jatim Park Group terhadap perkembangan Kota Batu, Jawa Timur, hingga Indonesia.

Ia bahkan menggambarkan wahana tersebut sebagai sebuah "laboratorium besar" yang dapat menjadi ruang belajar sekaligus rekreasi.

"Karena anak-anak tidak hanya melihat berbagai benda atau alat peraga. Pengunjung juga dapat mencoba dan mempraktikkan secara langsung sejumlah pengetahuan yang mungkin belum didapatkan di sekolah," tambahnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menilai keberadaan museum tersebut berpotensi menjadi rujukan baru untuk memperkuat pembelajaran yang berbasis sains dan teknologi.

"Terlebih lagi, konsep yang ditawarkan tidak hanya mengandalkan teori, melainkan mengajak pengunjung belajar melalui pengalaman langsung," jelas Khofifah.

Menurut Khofifah, perpaduan sains dan teknologi yang ditawarkan menjadi pendekatan baru dalam mengenalkan konsep STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics) melalui suasana belajar yang menyenangkan.

Pendekatan tersebut dinilai dapat membuat anak-anak lebih menikmati proses pembelajaran dengan dukungan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) yang disajikan secara interaktif.

"Anak-anak pasti sangat menikmati suasana itu. STEAM di Indonesia akan memiliki rujukan bagaimana menyajikannya dalam bentuk permainan, belajar melalui praktik (learning by doing), kemudian dalam teknologi canggih seperti AI yang saya rasa akan terus berinteraksi dengan pengunjung," ujarnya.

Khofifah berharap wahana tersebut dapat menjadi salah satu ruang pembelajaran alternatif bagi peserta didik di Jawa Timur.

Menurutnya, pengenalan konsep STEAM juga dapat dilakukan sejak usia dini, termasuk pada jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD/TK).

"Kami mengajak peserta didik ke sini. Terutama menurut saya, mulai dari anak TK bisa dikenalkan agar mereka cinta STEAM," pungkas Khofifah. (adi/van)