Peringatan Harkopnas di Pamekasan, Khofifah: Koperasi Harus Jadi Penopang Ekonomi Rakyat Jatim

Pertumbuhan Ekonomi Jatim Ditopang Ekonomi Rakyat

Khofifah mengungkapkan ekonomi Jawa Timur pada triwulan I 2026 tumbuh 5,96 persen secara tahunan (year on year), melampaui rata-rata nasional. Jawa Timur juga memberikan kontribusi sekitar 14 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional dan lebih dari 25 persen terhadap perekonomian Pulau Jawa.

"Kekuatan ekonomi Jawa Timur berdiri di atas ekonomi kerakyatan. Di sinilah koperasi berperan menciptakan lapangan kerja, menekan angka kemiskinan, memperluas akses ekonomi, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

Saat ini, Jawa Timur memiliki 29.987 koperasi aktif, jumlah terbanyak di Indonesia. Berdasarkan Survei Perhitungan Nilai Tambah Koperasi dan UMKM Tahun 2025, kontribusi koperasi dan UMKM terhadap perekonomian Jawa Timur mencapai sekitar 60 persen

Koperasi Harus Adaptif di Era AI

Khofifah mengingatkan tantangan koperasi ke depan tidak hanya berkaitan dengan permodalan, tetapi juga kemampuan beradaptasi terhadap disrupsi teknologi, termasuk perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

"Koperasi harus tumbuh menjadi organisasi ekonomi yang modern, profesional, adaptif terhadap perubahan, tetapi tetap berpegang teguh pada jati diri dan nilai-nilai koperasi," tegasnya.

Untuk mendukung upaya tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus menjalankan berbagai program strategis melalui Jatim Sejahtera, Jatim Kerja, dan Jatim Agro yang diperkuat dengan korporatisasi sektor riil, hilirisasi produk unggulan, digitalisasi koperasi, serta perluasan akses pembiayaan yang inklusif.

KDKMP Jadi Andalan Penggerak Ekonomi Desa

Khofifah juga menyoroti perkembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai program strategis dalam memperkuat perekonomian desa sejalan dengan kebijakan Presiden Prabowo Subianto.

Hingga akhir Juni 2026, Jawa Timur telah membentuk 8.494 KDKMP. Sebanyak 1.093 koperasi di antaranya telah beroperasi dengan dukungan 1.375 gerai usaha yang bergerak di bidang sembako, farmasi, klinik kesehatan, logistik, pergudangan, hingga layanan simpan pinjam.

Berdasarkan data per 19 Juli 2026, Jawa Timur juga mencatat nilai transaksi KDKMP tertinggi secara nasional, yakni mencapai Rp23,7 miliar atau sekitar 38 persen dari total transaksi nasional sebesar Rp61,9 miliar.

"Capaian ini menunjukkan bahwa koperasi desa bukan sekadar kelembagaan, tetapi telah menjadi pusat aktivitas ekonomi yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat," ungkapnya.

Menutup sambutannya, Khofifah mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat kolaborasi untuk membangun koperasi yang semakin modern, profesional, dan berdaya saing.

Ia optimistis koperasi akan terus menjadi motor penggerak ekonomi rakyat, memperkuat UMKM, mendorong hilirisasi produk unggulan, sekaligus menjadi instrumen pemerataan kesejahteraan hingga ke pelosok desa.

"Dengan semangat gotong royong, koperasi akan menjadi kekuatan utama dalam memperkokoh ketahanan ekonomi Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara. Koperasi harus terus berdaya agar Indonesia benar-benar berjaya," pungkasnya. (bel/dim/van)