
Di balik angka IHK itu, kata Tri, tarif air dari PDAM Jember menyumbang andil terbesar inflasi bulanan sebesar 0,41 persen. Hal ini dijelaskan oleh salah satu tim pengelola data BPS Jember, Meri.
"Hal tersebut ditangkap oleh para pengolah data bermula dari instruksi pihaknya di pusat, yang meminta penangkapan fenomena kenaikan tarif air dari perusahaan air minum daerah secara nasional. Pas momennya dengan yang dilakukan di Jember (menaikkan tarif air). Sehingga, kami konfirmasi juga ke pihak PDAM, meminta data tarif yang baru," urai Meri.
Sementara itu, Direktur Umum PDAM Jember, yang diwakili oleh kepala SPI, Imron Cahyadi mengaku terkejut dengan pemaparan yang telah disampaikan. Pihaknya mengaku selama 2 tahun tidak pernah menaikkan tarif air dan baru pertama kali dilakukan pada bulan lalu.










