
“Memang benar ada bayi umur dua bulan yang meninggal di Semolowaru Utara, itu pun laporan dari ibu RT.4, meninggalnya ini tidak wajar karena selama 2 bulan di rumah itu tidak terdengar tangis bayi, itu juga disampaikan oleh tetangga kanan kiri,” ujarnya saat ditemui di kantornya oleh BANGSAONLINE.com, Selasa (13/12/2022).
Ia mengatakan, pihaknya mengetahui hal itu, setelah salah satu warga bernama Mariyono (45), meminta untuk dibuatkan akta kelahiran dan akta kematian bayi tersebut, agar bisa dimakamkan di pemakaman sekitar perkampungan.
“Saya minta persyaratan tersebut, namun Mariyono memberikan keterangan berbelit belit, karena saya curiga lantas saya mencoba untuk berterus terang akan identitas lahirnya sang bayi,” tambah Suwarti.










