Ditolak Anggota Dewan, Risma Ngotot Bangun Sentra PKL di Lingkungan Sekolah

“Kita harus peduli pada orang lain. Kalau tidak ada kepedulian, negara kita akan hancur. Negara kuat itu ketika antara si kaya dan si miskin saling membantu, antara si mata sipit dengan si mata lebar saling membaur. Saya ingin semua peduli pada lingkungan. Kalau kita tidak peduli, kapan yang miskin itu bisa berdaya,” urainya.

Sebelumnya, rencana Pemkot membangun sentra PKL ini mendapat penolakan baik dari pihak SMKN 5 maupun DPRD Kota Surabaya. Kepala Sekolah SMK Negeri 5 Surabaya, Tatik Kustini mengatakan, sebelumnya dirinya sudah diajak rapat sampai dua kali dengan dinas terkait untuk menyampaikan bahwa sebagian lahan SMK 5 tersebut akan dijadikan sentra PKL seluas 200 meter persegi.

Namun, saat rapat kedua, Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang (PUCKTR) menyebutkan, lahan SMK 5 akan diambil seluas 500 meter persegi. Alasanya untuk perluasan lahan parkir. “Ini yang membuat saya kecewa, kok malah melebar, dari 200 menjadi 500 meter persegi. Saya minta rencana ini ditinjau lagi,” katanya.

Ketua Komisi D DPRD Kota Surabaya, Agustin Poliana juga menilai pembangunan sentra PKL ini cenderung dipaksakan. Sebab, pembangunan ini sudah mendapat penolakan dari berbagai pihak, namun masih tetap akan dilaksanakan. Dirinya menghimbau pada Pemkot gar pembangunan ini ditinjau ulang agar tidak merugikan pihak manapun.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: