Kemudian, makam cucu dan cicit KH. KH. Muhayyin yakni KH. Said (cucu) dan makam KH. Maksum (cicit).
Setelah kegiatan tersebut, Pangdam V Brawijaya asal Madura itu, melaksanakan salat Jumat di masjid Agung Sidoarjo.
Mayjen TNI Farid Makruf mengatakan, pihaknya mendukung revitalisasi makam tersebut. Sebab, menurutnya, dengan adanya makam para ulama di komplek militer seperti ini, merupakan bentuk sinergi antara TNI dengan ulama, yang telah ada sejak dulu.
Ia mengungkapkan, hal tersebut, menjadi bukti sejarah perlawanan terhadap penjajah yang dilakukan TNI bersama ulama.










