Gubernur Khofifah saat berada di hutan mangrove.
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Upaya Pemprov Jatim dan pegiat mangrove yang tak kenal lelah dalam melakukan penanaman tanaman dikotil yang hidup di habitat air payau, serta air laut di banyak titik membuahkan hasil membanggakan.
Berdasarkan Peta Mangrove Nasional 2021, Jawa Timur menempati urutan teratas sebagai provinsi dengan luas hutan mangrove terluas di Pulau Jawa. Total, Jatim memiliki luas hutan mangrove sebesar 27.221 hektare.
BACA JUGA:
- Pecel Masuk 10 Besar Salad Terbaik Dunia, Khofifah: Bukti Kuliner Jatim Mendunia
- Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional 2026, Gubernur Khofifah Hadir di Layanan Kegiatan Jawara
- Laksanakan Sholat Idul Adha di Al Akbar, Gubernur Khofifah Serahkan Kurban dari Presiden Prabowo
- Khofifah Pantau Stok Bahan Pokok di Pasar Bojonegoro, Sejumlah Komoditas Terpantau Naik
Jika dipersentase, sebesar 48 persen dari hutan mangrove se-Jawa berada di Jawa Timur, dengan komposisi mangrove kerapatan lebat sebesar 47,26 persen, mangrove kerapatan sedang 46,08 persen, dan mangrove kerapatan jarang 6,66 persen.
Berdasarkan sumber data yang sama, Jawa Timur juga memiliki potensi mangrove terluas se-Jawa dengan 51.557 hektare atau sekitar 35 persen selain yang sudah ada. Gubernur Khofifah mengatakan bahwa keaktifan menanam mangrove sengaja dilakukan sebagai upaya nyata Pemprov Jatim bersama seluruh elemen dalam rangka menurunkan emisi gas rumah kaca.
“Menanam mangrove adalah upaya kita bersama untuk mewujudkan Net Zero Emission di tahun 2060. Alhamdulillah dengan terus menanam di sangat banyak titik di kabupaten kota di Jatim, saat ini hutan mangrove Jatim merupakan yang terluas di Pulau Jawa,” ujarnya di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis (19/1/2023).

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil studi para ilmuwan, sumber emisi di Indonesia terbesar berasal dari sektor kehutanan terkait perubahan fungsi hutan dan lahan. Selain itu juga sektor energi, pertanian, indutri dan penggunaan produk serta limbah.
Menurut data BPS Tahun 2019 bahwa sektor kehutanan memberikan kontribusi emisi sebesar hampir 925 Juta ton CO2e. Sementara penggunaan energi sebesar 638,81 Juta ton CO2e, limbah 134,12 Juta ton CO2e, pertanian 108,60 Juta ton CO2e dan industri serta penggunaan produk sebesar 60,18 Juta ton CO2e.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




