Ada hal yang menarik yang disampaikan Menteri PUPR, ia mewanti-wanti agar kualitas pembangunan tol ini dapat dipertanggungjawabkan.
"Jangan main-main dengan kualitas. Kalau nanti tidak sesuai, saya bongkar. Saya tidak segan-segan dan semua harus dapat dipertanggungjawabkan dengan baik," ujarnya.
Tidak hanya itu, ia memaparkan jika Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) Tol Probolinggo-Banyuwangi telah ditandatangani pada 2017. Namun, terdapat beberapa permasalahan baik teknis maupun non-teknis, sehingga proses pembangunannya baru bisa dimulai tahun ini, itupun baru ruas Tol Gending-Besuki.
"Yang groundbreaking sekarang ini yang sudah siap semua, teknis, dan anggarannya Rp10,7 triliun itu dari Probolinggo sampai ke Besuki," tuturnya.










