Suasana peresmian Proyek JTB dan Lapangan Gas MDH-MBH.
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Gubernur Khofifah berharap kontribusi minyak dan gas bumi (migas) di Jawa Timur mampu mendorong perekonomian serta pembangunan secara nasional.
Ia mengungkapkan hal tersebut saat mendampingi Wakil Presiden, Ma’ruf Amin, meresmikan Proyek Strategis Nasional (PSN) Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) milik PT Pertamina EP Cepu, dan Lapangan MDA-MBH milik Husky-CNOOC Madura Limited (HCML), Rabu (8/2/2023).
BACA JUGA:
- WFH ASN Jatim Bergeser ke Jumat Mulai Juni, Gubernur Khofifah: Ikuti Arahan Mendagri
- Pecel Masuk 10 Besar Salad Terbaik Dunia, Khofifah: Bukti Kuliner Jatim Mendunia
- Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional 2026, Gubernur Khofifah Hadir di Layanan Kegiatan Jawara
- Laksanakan Sholat Idul Adha di Al Akbar, Gubernur Khofifah Serahkan Kurban dari Presiden Prabowo
Peresmian dua PSN ini juga diharapkan mampu meningkatkan kontribusi industri migas di Jawa Timur untuk mendukung kestabilan, dan pertumbuhan perekonomian makro. Sekaligus semakin mendorong pembangunan ekonomi maupun infrastruktur di Jawa Timur.
“Pemanfaatan gas bumi ke depannya harus kita dorong melalui pengembangan infrastruktur, agar peningkatan pasokan dan pemanfaatannya dapat dinikmati masyarakat langsung, terutama pada masyarakat pada daerah penghasil migas di Jawa Timur,” ujarnya.
Proyek JTB berada di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro, dan untuk Lapangan MDA-MBH milik HCML berlokasi di Selat Madura. Peresmian ditandai dengan penekanan tombol sirine dan penandatanganan prasasti oleh Wapres Ma'tuf yang didampingi Menteri ESDM, Gubernur Khofifah, Kepala SKK Migas, Direktur Utama PT Pertamina, Direktur Utama Husky CNOOC Madura Limited.

Gubernur menjelaskan, berdasarkan data SKK Migas Jabanusa, produksi gas bumi di Jatim diprediksikan dalam 2 atau 5 tahun ke depan akan mengalami lonjakan. Beberapa proyek gas yang akan onstream dan akan menambah produksi selama 5 tahun kedepan antara lain JBT-PEPC (192 MMSCFD), MDA/MDH dan MAC-HCML (120 dan 50 MMSCFD), Paus Biru-Medco (30 MMSCFD), RBG-TIS petroleum (15 MMSCFD), Lengo-Kris Energy (70 MMSCFD), ENC-EML (30 MMSCFD) dan Bukit Panjang- PCK2L (50 MMSCFD).
“Kondisi ini, memerlukan uluran tangan Pemerintah Pusat guna menyiapkan _grand design_ baru bagi pemenuhan infrastruktur migas di Jatim. Diharapkan ini akan sejalan dengan _master plan_ pengembangan wilayah industri di 4 kawasan industri eksisting, maupun yang akan dikembangkan di 3 titik yaitu di Nganjuk, Kabupaten Madiun, dan Ngawi,” paparnya.
Lebih lanjut ditambahkan Khofifah, sejak tahun 2019-2022, pembangunan jaringan gas rumah tangga di Jawa Timur telah maju dibanding provinsi lain. Tercatat, kurang lebih 180.650 Sambungan Rumah (SR) yang tersebar di 11 Kabupaten/ Kota telah terpasang.
“Namun pemerataan akses energi perlu ditingkatkan. Karena sejauh ini pembangunan Jargas masih belum diprioritaskan untuk Daerah Penghasil Migas, seperti kepulauan Madura Jawa Timur yang memiliki potensi gas bumi besar,” ungkapnya.
Untuk itu, Pemprov Jatim mengapresiasi SKK Migas Jabanusa beserta PEPC (Pertamina EP Cepu) dan HCML (Husky CNOOC Madura Ltd) dengan on streamnya lapangan Jambaran Tiung Biru oleh PEPC pada 20 September 2022 dan lapangan MDA & MDH oleh HCML pada tanggal 23 Oktober 2022.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




