Kedua negara tersebut berusaha bergabung dengan payung pelindung NATO.
Akibat dari rasa keberatan Turkiye dan Hongaria, membuat terhambatnya permohonan dari Finlandia dan Swedia bergabung dengan NATO selama berbulan-bulan.
Parlemen Ankara telah menyelesaikan hambatan terakhir untuk Finlandia dengan menggelar pemungutan suara pada pekan lalu. Sementara, hal itu tidak terjadi dengan Swedia.
Penyelesaiann ratifikasi dalam waktu cepat (kurang dari satu tahun) menjadikan ini proses keanggotaan tercepat dalam sejarah aliansi NATO. Saat ini hanya tinggal melewati tahap terakhir di markas NATO di Brussel.










