"Dengan demikian ASN akan mampu memberikan layanan kepada masyarakat sesuai jargon Provinsi Jatim yaitu CETTAR cepat, efektif, efisien, tanggap, transparan, akuntabel dan responsif,ā imbuh Khofifah.
Gubernur Jawa Timur mengatakan, dalam setiap proses pelatihan kepemimpinan di BPSDM, peserta diminta membuat proyek perubahan saat tahapan pelatihan kepemimpinan Eselon II atau jabatan tinggi pratama. Sedangkan aksi perubahan dibuat peserta ketika pelatihan kepemimpinan administrator dan pelatihan kepemimpinan pengawas.
āDua hari lalu baru saya menutup pelatihan kepemimpinan administrator di BPSDM Jawa Timur. Yang selalu saya pesankan adalah saat aksi perubahan itu dilakukan maka harus diseiringkan Reformasi Birokrasi Tematik dan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) berdampak. Dari semua format aksi perubahan dan reformasi birokrasi ini harus diikuti efek berdampak,ā pintanya.
Tidak hanya itu, di sejumlah kesempatan, ia sering mengatakan bahwa ASN harus dapat menjadi game changer, yang bisa membuat perubahan-perubahan. Tidak hanya itu, para pejabat baik pejabat tinggi pratama maupun pejabat setingkat administrator juga harus dapat menjadi pemimpin pemungkin atau enabler leader.










