Pemprov Jatim Siapkan 1.100 Beasiswa Santri, Kini Hadir Jalur STEM dan Al-Azhar

Ringkasan Berita
  • Pemerintah Provinsi Jawa Timur membuka program beasiswa bagi 1.100 santri pada 2026, melanjutkan program yang telah berjalan selama dua dekade.
  • Program ini mencakup beasiswa untuk jenjang S1, S2, dan S3, dengan kuota 1.100 penerima, termasuk jalur baru berbasis STEM untuk mendorong santri di bidang sains dan teknologi.
  • Tahun ini kuota beasiswa STEM mencapai 60 orang (40 S1 dan 20 S2), sementara beasiswa reguler tetap dibuka dengan kuota 45 orang untuk semua jenjang.
  • Program ini juga menyediakan kuota 30 orang untuk beasiswa ke Universitas Al-Azhar, dengan seleksi ketat yang menguji kemampuan akademik, penguasaan kitab kuning, bahasa Arab, dan hafalan Al-Qur'an.
  • Calon penerima beasiswa Al-Azhar untuk jenjang S2 ditargetkan menjadi hafidz dengan minimal hafalan 15 juz dan target lulus 30 juz Al-Qur'an.

SURABAYA,BANGSAONLINE.com -Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali membuka program beasiswa bagi 1.100 santri dari berbagai pondok pesantren pada 2026.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) pesantren sekaligus memperluas peluang santri di bidang akademik dan teknologi.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan program beasiswa santri telah berlangsung selama dua dekade dan terus dikembangkan sesuai kebutuhan zaman.

“Ini kita mencoba terus menguatkan kualitas SDM di Jawa Timur, diversifikasi akademik dengan memberikan akses para santri dari berbagai pondok pesantren,” ujar Khofifah saat peluncuran Program Beasiswa Pemprov Jatim bersama Lembaga Pengembangan Pesantren dan Diniyah (LPPD) Jawa Timur, Rabu (10/6/2026).

Khofifah menjelaskan program tersebut pertama kali digagas pada masa kepemimpinan Imam Utomo pada 2006. Selanjutnya, program terus berlanjut dan berkembang pada era Soekarwo melalui pemberian beasiswa jenjang sarjana.

Tahun ini, Pemprov Jatim membuka beasiswa untuk jenjang S1, S2, dan S3 dengan total kuota mencapai 1.100 penerima. Selain itu, pemerintah juga memperkenalkan jalur baru berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, Economics, and Mathematics) untuk mendorong santri berkiprah di bidang sains dan teknologi.

Ketua Lembaga Pengembangan Pesantren dan Diniyah Jawa Timur, Abdul Halim Subahar, menjelaskan kuota beasiswa STEM tahun ini mencapai 60 orang.

Rinciannya, sebanyak 40 penerima untuk jenjang S1 dan 20 penerima untuk jenjang S2.

Selain jalur STEM, beasiswa reguler tetap dibuka dengan kuota 20 penerima untuk jenjang S1, 15 penerima untuk S2, dan 10 penerima untuk S3.

“Total keseluruhan mencapai 1.100 penerima, termasuk kuota 30 orang untuk mahasiswa S2 di Al-Azhar,” jelasnya.

Sementara itu, untuk program beasiswa ke Al-Azhar, calon penerima diwajibkan mengikuti proses seleksi yang cukup ketat. Selain kemampuan akademik, peserta juga harus menguasai kitab kuning, bahasa Arab, dan hafalan Al-Qur'an.

“Untuk S1 minimal hafal 5 juz, sedangkan S2 minimal 15 juz dan ditargetkan lulus dengan 30 juz. Artinya lulusan S2 Al-Azhar dari program ini diharapkan menjadi hafidz,” pungkasnya. (dev/van)