Contoh Projo. Ada Projo versi Budi Arie Setiadi. Yang masih mendukung Jokowi. Yang otomatis mendukung Prabowo. Ada juga Projo Ganjar yang dipimpin Haposan Situmorang. Bahkan tiga DPC Projo yang dipimpin Budi Arie langsung hengkang tak lama setelah Rakernas Projo mendukung Prabowo. Yaitu DPC Projo Jakarta Utara, Selatan dan Timur.
Kini Prabowo makin dilematis ketika media memberitakan bahwa ia disebut-sebut akan menggandeng Gibran Rakabuming Raka – putra Jokowi – sebagai calon wakil presiden (Cawapres). Tentu jika Mahkamah Konstitusi (MK) meloloskan gugatan PSI soal batasan usia Capres-Cawapres, dari minimal 40 tahun, menjadi 35 tahun atau di bawahnya.
Maka, para tokoh nasional pun langsung bereaksi. Mereka menggalang dukungan untuk melawan politik dinasti dan oligarki yang sedang dibangun Jokowi. Goenawan Mohammad – seperti diberitakan BANGSAONLINE – langsung menebarkan keterangan tertulis yang intinya mengajak para tokoh nasional untuk menghadang nepotisme politik Jokowi.
“Jika nanti Prabowo-Gibran/Jokowi menang, kita dan generasi anak kita akan mewarisi kehidupan politik yang terbiasa culas, nepotisme yang menghina kepatutan, lembaga hukum yang melayani kekuasaan,” tulis GM – panggilan akrab Goenawan Mohamad.










