Inovasi parem yang dikembangkan oleh lima mahasiswa itu diklaim ampuh untuk terapi pengobatan radang sendi Osteoarthritis. Khususnya pada lansia.
Penyakit degeneratif kronik ini dapat mengakibatkan kesulitan berjalan, membungkuk, berdiri, hingga menyebabkan kecacatan sendi.
BACA JUGA:Khofifah Lantik Pengurus Ika FH Unair, Ajak Alumni Buka Akses Magang dan Jejaring bagi Mahasiswa
“Latar belakang inovasi ini bermula dari pencarian alternatif osteoartritis, yaitu penyakit degeneratif kronis pada tulang rawan sendi lansia. Penyakit ini cukup dominan menyebabkan kecacatan sendi,” kata perwakilan kelompok, Jihan Aura dalam keterangannya (13/11/2023).
Teknik pengobatan parem ini yakni microneedle. Pengobatan melalui kulit dengan panjang berikuran µm (mikrometer).










