
Menurut dia, akan selalu ada kelompok orang yang tidak menyadari kesensitifan suatu isu dalam konten yang diunggah. Untuk itu, dibutuhkan pengawasan sekaligus edukasi untuk mengontrol arus informasi agar demokrasi dan kebebasan berpendapat berseiring dengan upaya saling menghormati dan menghargai.
"Lalu lintas informasi hari ini pasti lebih crowded. Dari kontennya maupun dari substansi yang mungkin tidak berseiring dengan kredibilitas yang harus dijaga. Tapi tidak semua harus melibatkan APH," katanya.
"Kita harus tetap membangun kearifan dengan melakukan sosialisasi, edukasi dan literasi. Saya rasa ada format-format di mana kita bisa bersosmed secara bijak, menyampaikan informasi secara bijak, bertanggungjawab dan merespon juga secara bijak," imbuhnya.










