Gus Ipul menganalogikan bahwa pembangunan infrastruktur tak ubahnya pijat refleksi, tidak hanya fokus pada satu titik tapi bisa dirasakan seluruh tubuh. Begitu juga dengan pembangunan infrastruktur, efeknya harus dirasakan oleh banyak masyarakat.
"Perbaikan RTLH menjadi fokus yang kita kerjakan selama beberapa tahun terakhir. Waktu awal kami dilantik, ada PR sebanyak 2.540 RTLH. Alhamdulillah secara bertahap kami kerjakan, pada tahun 2022 tersisa 1.270 unit yang akan terus kami tuntaskan di tahun 2023 dan tahun depan," paparnya.
Kebutuhan rumah layak huni bagi masyarakat menjadi sebuah urgensi yang tidak dapat dipinggirkan. Ia menilai, kebutuhan papan bagi warga adalah hal yang penting karena rumah merupakan titik awal bagi sebuah keluarga dalam memulai segala sesuatu.
"Awal dari segala sesuatu itu di rumah. Mendidik anak dimulai dari rumah. Rumah juga menjadi benteng perlindungan bagi anggota keluarga. Untuk itu, dibutuhkan rumah yang sehat dan layak," ujarnya.










