Apalagi, proyek ini juga mendapatkan dukungan sepenuhnya dari dana hibah Knowledge Partnership Platform Australia Indonesia (Koneksi). Menurut Khofifah, hal ini merupakan perwujudan konkret kolaborasi antara lembaga pemerintah dan masyarakat 2 negara untuk mengatasi tantangan masa kini dan mempromosikan pembangunan berkelanjutan.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa rumput laut terkenal karena menyerap dan menyimpan karbon dioksida atmosfer serta meningkatkan kualitas air laut.
Meskipun penelitian tentang penggunaan budidaya rumput laut sebagai solusi perubahan iklim semakin meningkat dalam beberapa tahun terakhir, penelitian tentang menghubungkan budidaya rumput laut dengan bentuk kegiatan pertanian lainnya untuk menghasilkan manfaat lingkungan dan sosial-ekonomi masih sedikit.
"Dengan kondisi perubahan iklim yang ekstrem, proyek-proyek yang mendatangkan manfaat bagi lingkungan dan berdampak pada sosial ekonomi sangat dibutuhkan. Maka yang dilakukan dalam penelitian ini mencakup banyak aspek, yang insya Allah bermanfaat dan meningkatkan taraf hidup masyarakat Madura," kata Khofifah.










