Ilustrasi. Foto: Diskominfo Kota Surabaya.
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya menambah empat unit pos pantau di perbatasan untuk antisipasi penangan dampak cuaca ekstrem.
"Saat ini sudah ada 18 pos pantau yang aktif 24 jam. Kami menambah sebanyak empat pos," kata Kepala BPBD Kota Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro, Jumat (15/3/2024).
BACA JUGA:
- RPH Tambak Osowilangun Beroperasi, Pemkot Surabaya Buka Kesempatan bagi Jagal Baru
- Surabaya Genjot Tracing dan Screening, Capaian Pemeriksaan Suspek TBC Lampaui 71 Persen
- Komitmen Berikan Hunian Layak, Pemkot Surabaya Raih Penghargaan Terbaik I Program Rutilahu di Jatim
- Pemkot Surabaya Percepat Transformasi Parkir Digital
Ia mengatakan, pihaknya akan menempatkan empat wilayah diantaranya perbatasan Surabaya-Gresik, dan Surabaya-Sidoarjo, tepatnya di Karangpilang, Lakarsantri, Romokalisari dan Gunung Anyar.
Penambahan pos tersebut, lanjutnya, sejalan dengan terbitnya imbauan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda, terkait kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem yang dapat mengakibatkan terjadinya bencana.
Ia mengatakan, kondisi cuaca tersebut berpotensi meningkatkan curah hujan pada tanggal 13-15 Maret 2024, dan akan mengalami penurunan pada 16-18 Maret.
"Meskipun kondisi cuaca ekstrem, tetapi di Surabaya masih aman, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir," ujarnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




