Ringkasan Berita
- Pemerintah Kota Surabaya meluncurkan layanan hotline khusus untuk Kepala Perangkat Daerah (kepala dinas, camat, lurah) agar masyarakat mudah melaporkan berbagai masalah seperti parkir liar, pungutan liar, dan premanisme.
- Wali Kota Eri Cahyadi menekankan bahwa hotline ini bertujuan agar respons terhadap aduan masyarakat menjadi lebih cepat, sehingga mengurangi ketergantungan pada laporan langsung ke walikota.
- Eri menyayangkan adanya aduan masyarakat sebelumnya yang tidak ditindaklanjuti oleh jajaran pemerintahan daerah, yang berpotensi mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap birokrasi.
- Program hotline ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat dan mendukung terwujudnya program nasional ASRI (Aman, Sehat, Bersih, Indah) di Surabaya.
- Wali Kota menegaskan bahwa sistem ini harus berjalan berkelanjutan dan menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam melindungi serta melayani masyarakat, bukan sekadar slogan.
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus melakukan perbaikan pelayanan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat. Salah satu layanan tersebut adalah hotline untuk jajaran Kepala Perangkat Daerah (PD), mulai kepala dinas hingga camat, dan lurah.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menekankan, layanan hotline di masing-masing kepala PD ini bertujuan untuk memudahkan masyarakat membuat aduan. Adanya hotline itu bukan sekadar memudahkan masyarakat untuk lapor, akan tetapi agar jajaran kepala PD bisa bergerak cepat merespons ketika ada aduan.
“Saya ingin tahu masyarakat berani apa enggak mengirim (aduan) ke hotline sampean (anda), ditindaklanjuti atau tidak. Nanti saya tarik hotline itu, jadi nggak perlu lagi ke saya,” kata Wali Kota Eri saat apel di balai kota, Kamis (16/7/2026).
Eri ingin hotline camat, lurah, dan kepala dinas itu nantinya dapat menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada di tengah masyarakat. Mulai persoalan parkir liar, pungutan liar, premanisme, hingga pemanfaat aset yang tidak sesuai peraturan.
Wali Kota Surabaya yang akrab disapa Cak Eri Cahyadi itu ingin, berbagai aduan masyarakat yang diterima melalui hotline jajaran kepala PD ditindaklanjuti cepat dan menghasilkan solusi terbaik. Selain itu, ia ingin sistem ini berjalan secara berkelanjutan di lingkungan Pemkot Surabaya ke depannya.
Selama ini, Eri menyayangkan ada sejumlah aduan yang dilaporkan kepada jajaran PD, camat, hingga lurah namun tidak segera ditindaklanjuti. Adanya temuan tersebut, ia khawatir dapat mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap sistem birokrasi di lingkungan Pemkot Surabaya ke depannya.
“Kalau semua hotline itu ke saya, saya cuma (menjabat) 10 tahun paling lama, terakhir 2030. Tapi panjenengan (anda) ini pensiunnya sampai umur 60 tahun, kalau kalian tidak pernah ada rasa sayang dan sadar kepada masyarakat, maka hasilnya begini (tidak maksimal),” tegasnya.
Eri berharap, hotline kepala PD ini bisa meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem birokrasi Pemkot Surabaya ke depannya. Dengan demikian, maka masyarakat akan merasa aman dan nyaman, sejalan dengan program yang dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto, yakni ASRI (Aman, Sehat, Bersih, dan Indah) dapat terwujud di Kota Surabaya.
“Saya harap hari ini muncul keberanian-keberanian dalam diri sebagai pemerintah yang melindungi masyarakatnya, dan kita sebagai pemerintah program ASRI tidak boleh hanya sebagai slogan di Surabaya, tetapi kita buktikan, kita jalankan, itu yang harus kita jalankan dan buktikan,” tandasnya. (ari/rev)










