Kemudian, Pantarlih tidak melakukan coklit secara langsung tapi melalui telpon atau WhatsApp,
Kemudian kepala keluarga yang sudah dicoklit tapi tidak ditempeli stiker. Disisi lain, ada kepala keluarga yang belum dicoklit, tapi ditempeli stiker. Lalu, banyak pemilih meninggal tapi masuk daftar pemilih.
BACA JUGA:Antrean BBM di Sumenep Kembali Mengular, Konsumen Rela Cari Informasi Sebelum Isi Bahan Bakar
”Temuan tersebut terungkap ketika Bawaslu melakukan pengawasan dan uji petik terhadap legiatan coklit yang dilakukan Pantarlih,” ungkapnya.
Sementara itu, Komisioner KPU Sumenep Divisi Perencanaan dan Data, Malik Musthafa mengakui telah menerima sarper Bawaslu terkait beberapa temuannya atas ketidak sesuaian prosedur dalam coklit.










