Ibu beranak tiga ini menambahkan, pengelolaan program sampah ini tidak hanya setor sampah saja. Akan tetapi, setiap penyetoran selalu dilakukan acara arisan ibu-ibu setiap hari Senin.
Lanjut Supriyati, dari sekian banyak anggota yang ikut arisan, 20 di antaranya menjadi pengurus bank sampah dan mendapatkan tugas seperti memiliah sampah, menimbang dan mecatat sampah yang telah ditimbang. Bahkan, ada pula pengurus yang tugasnya menjemput sampah organik tersebut bila anggotanya tidak hadir menyetorkan sampah.
āHarga per kilogramnya sampah pada waktu itu, kardus dihargai Rp 1.000, plastik keras Rp 1.500, kaleng Rp 1.300, besi Rp 2.500, beling Rp 400, botol minuman energi Rp 100 dan botol kecap Rp 400.
Uniknya lagi, kata Yati, setelah dilakukan penimbangan uangnya tidak langsung dibagikan. Akan tetapi, dicatat kedalam buku tabungan dan pengambilannya setiap akan menjelang lebaran. Setelah dilakukan perhitungan, ternyata dalam waktu hampir satu tahun serta ditambah dengan tabungan dari peserta, saldonya sudah mencapai Rp 62.157.000










