DLH Kota Malang Catat 400 Bank Sampah Aktif

Ringkasan Berita
  • Aktivitas bank sampah di Kota Malang meningkat signifikan dari sekitar 230 menjadi 400 unit yang aktif dari total 523 unit yang tercatat, berkat pembinaan berkelanjutan dan penguatan kelembagaan.
  • Keberadaan bank sampah memiliki peran strategis ganda: mengurangi timbulan sampah sekaligus menjadi indikator penting dalam penilaian Adipura dari Kementerian Lingkungan Hidup.
  • Dukungan dana TJSL Rp100 juta dari Pertamina akan dialokasikan untuk pengadaan mesin pencacah plastik kapasitas menengah di Bank Sampah Induk, guna meningkatkan nilai jual material daur ulang.
  • Pengolahan plastik melalui mesin pencacah diharapkan dapat meningkatkan nilai ekonomis sampah, mendukung keberlangsungan operasional bank sampah, dan mendorong kemandirian unit-unit di tingkat kelurahan.
  • DLH Kota Malang berharap sinergi penguatan kelembagaan, fasilitas pendukung, dan partisipasi masyarakat dapat menciptakan sistem pengelolaan sampah yang efektif, berkelanjutan, dan bernilai ekonomi.

KOTA MALANG, BANGSAONLINE.com - Upaya penguatan pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Kota Malang menunjukkan hasil positif. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang mencatat sebanyak 400 bank sampah kini aktif beroperasi dari total 523 yang tersebar di seluruh wilayah kota. Jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan sebelumnya yang hanya sekitar 230 unit.

Plh Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang, mengatakan peningkatan ini merupakan hasil pembinaan dan pendampingan berkelanjutan melalui penguatan kelembagaan serta sinergi dengan berbagai pihak. 

ā€œBerdasarkan hasil pengecekan lapangan, dari 523 bank sampah yang tercatat di Kota Malang, sebelumnya hanya sekitar 230 yang aktif beroperasi,ā€ ujarnya.

Ia menambahkan, keberadaan bank sampah berperan strategis dalam mengurangi timbulan sampah sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat. Selain itu, penguatan bank sampah juga menjadi indikator penting dalam penilaian Adipura dari Kementerian Lingkungan Hidup.

Sebagai dukungan terhadap keberlanjutan operasional, DLH Kota Malang menerima bantuan dana Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) sebesar Rp100 juta dari PT Pertamina Patra Niaga Malang. 

Anggaran tersebut akan digunakan untuk pengadaan mesin pencacah plastik berkapasitas menengah yang ditempatkan di Bank Sampah Induk Kota Malang. Raymond menjelaskan, mesin tersebut dapat dimanfaatkan bersama oleh bank sampah unit di tingkat kelurahan. 

ā€œSelama ini plastik yang dikumpulkan bank sampah umumnya dijual dalam bentuk biasa dengan harga yang relatif rendah. Dengan adanya proses pengolahan, nilai jualnya dapat meningkat sehingga memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar dan pada akhirnya mendukung keberlangsungan operasional bank sampah,ā€ paparnya.

DLH Kota Malang berharap penguatan kelembagaan, dan penyediaan fasilitas pendukung dapat mendorong semakin banyak bank sampah aktif dan mandiri. Partisipasi masyarakat juga diharapkan terus meningkat sehingga tercipta sistem pengelolaan sampah yang efektif, berkelanjutan, dan bernilai ekonomi. (dad/mar)