BANGSAONLINE.com - PT Pertamina Patra Niaga bersama Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memastikan distribusi BBM subsidi di Jawa Timur kembali berjalan lancar. Kepastian ini diperoleh setelah pemantauan bersama selama 2 hari (1–2 Juli 2026).
Pemantauan dilakukan mulai dari Terminal BBM hingga SPBU di Surabaya dan Gresik. Hasilnya, antrean kendaraan di sejumlah SPBU mulai berkurang dibandingkan beberapa hari sebelumnya.
Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas, menyebut antrean kini rata-rata hanya lima hingga enam truk sasis panjang.
“Sesuai laporan dari Pertamina Patra Niaga dan kami cek langsung ke lapangan, antrean ini sudah sangat melandai dan tidak mengganggu rutinitas masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, peningkatan kebutuhan Biosolar sempat terjadi pada 22-26 Juni akibat tingginya aktivitas logistik dari Pelabuhan Tanjung Perak. SPBU di Tol Surabaya-Gempol KM 26, Tambak Osowilangun, Tambak Langon, dan Kebomas Gresik menjadi titik utama peningkatan permintaan.
Sementara itu, Executive General Manager Regional Jatimbalinus Pertamina Patra Niaga, Iwan Yudha Wibawa, mengatakan perusahaan telah menambah operasional mobil tangki selama 24 jam, mempercepat pengiriman, serta menerapkan skema alih suplai dari terminal terdekat.
“Alih suplai dilaksanakan dua kali lipat sehingga BBM yang dikirimkan semakin bertambah untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan energi masyarakat,” katanya.
Selain aktivitas logistik, peningkatan konsumsi BBM juga dipengaruhi masa libur sekolah. Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus Pertamina Patra Niaga, Ahad Rahedi, menegaskan pihaknya terus mengoptimalkan pengelolaan antrean di SPBU dengan berkoordinasi bersama Dinas Perhubungan dan Satlantas.
“Pertamina terus melakukan monitoring ketersediaan produk BBM dan menerapkan early warning system saat terjadi lonjakan permintaan. Masyarakat diimbau tetap tenang dan bijak menggunakan energi sesuai kebutuhan,” paparnya. (rom)










