TUBAN, BANGSAONLINE.com - Menjawab tantangan derasnya arus informasi di era digital, PT Pertamina Patra Niaga Project Early Work (EW) GRR Tuban berkolaborasi dengan Kilang Pertamina Pasifik (PRPP) menggelar agenda "Kelas Bareng Karang Taruna". Kegiatan ini berfokus pada pemanfaatan media sosial serta internet secara bijak dan bertanggung jawab, Jumat (24/7/2026).
Pjs. Sr. Project Manager EW GRR Tuban, Febrian Dwi Prastyo, menegaskan bahwa peran pemuda sangat krusial dalam menyaring arus informasi di tengah masyarakat.
"Kegiatan kali ini kami mengajak karang taruna di wilayah sekitar perusahaan agar turut serta memerangi informasi hoaks dan disinformasi," ujar Febrian.
Ia menilai, pemuda desa sebagai kelompok yang akrab dengan teknologi harus mampu mengambil peran proaktif. Sikap dewasa dalam menyikapi rumor maupun berita yang beredar di ruang publik menjadi kunci agar situasi sosial tetap kondusif.
"Semoga program ini juga dapat mendorong generasi muda khususnya yang berasal dari area sekitar Proyek GRR Tuban untuk dapat mempromosikan informasi yang bertanggung jawab di tengah-tengah maraknya disinformasi dan penyebaran berita negatif di tengah-tengah masyarakat," tuturnya.
Program "Kelas Bareng Karang Taruna 2026" ini diikuti sekitar 160 peserta yang merupakan pengurus dan anggota karang taruna dari desa-desa di sekitar area proyek. Rangkaian pelatihan telah berlangsung sejak Juni hingga Juli 2026, menyasar enam desa yakni Desa Beji, Mentoso, Wadung, Sumurgeneng, Rawasan, dan Kaliuntu.
Selain dibekali pemahaman literasi media, para pemuda desa juga mendapatkan pelatihan praktis mengenai teknik pembuatan konten media sosial yang efektif, serta dasar-dasar pengelolaan tata kelola dokumen dan kearsipan organisasi.
"Kegiatan ini juga menjadi komitmen Proyek EW GRR Tuban dan PRPP pada implementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Nomor 16 tentang Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh," tambah Febrian.
Inisiatif tersebut mendapat sambutan hangat dari pemuda setempat. Fatkhul Niam (32), tokoh pemuda Desa Beji, mengungkapkan bahwa materi mengenai tertib administrasi dan etika bermedia sosial sangat menunjang kebutuhan Karang Taruna dalam mengelola organisasi di tingkat desa.
"Semoga melalui kegiatan ini bisa berlanjut dengan praktik-praktik yang baik dalam wujud teman-teman karang taruna dapat mengabarkan sisi positif, kabar baik, dan informasi yang baik dari Desa Beji melalui konten yang kreatif," harap Niam.
Apresiasi senada dilontarkan Wildan (25), pengurus Karang Taruna Satya Muda Karya Desa Mentoso. Ia berharap pelatihan serupa dapat diadakan secara berkelanjutan dengan materi-materi pengayaan yang beragam.
"Semoga kegiatan ini memberikan manfaat kepada seluruh anggota karang taruna," ungkap Wildan. (wan/rev)










