Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut 2, Khofifah Indar Parawansa, saat memberi sambutan.
SITUBONDO, BANGSAONLINE.com - Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut 2, Khofifah Indar Parawansa, menjadi narasumber dalam sarasehan di STAI As-Sibaweihi di Pondok Pesantren Nurul Wafa Besuki pada Selasa (22/10/2024).
Di hadapan Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Wafa, KH. Hafidh Sibawayhie; Ketua Sekolah Tinggi Islam Ahmad Sibawayhie, KH. Abdul Fatah, Lc., M.SEI; dan banyak tamu yang hadir, Khofifah secara khusus mendorong santri dan pesantren untuk mewujudkan kemandirian melalui kewirausahaan.
BACA JUGA:
- Laksanakan Sholat Idul Adha di Al Akbar, Gubernur Khofifah Serahkan Kurban dari Presiden Prabowo
- Khofifah Pantau Stok Bahan Pokok di Pasar Bojonegoro, Sejumlah Komoditas Terpantau Naik
- Tinjau Pasar Banjarejo, Gubernur Khofifah Pastikan Harga Stabil Jelang Idul Adha 2026
- Pastikan Stok Hewan Kurban Cukup, Gubernur Khofifah Tinjau Koperasi Ternak di Lamongan
Sebab, ditegaskannya dengan santri dan pesantren berdaya secara ekonomi maka kemampuan untuk membangun kekuatan di sektor lain akan mengikuti dengan mudah.
“Itulah mengapa lima tahun yang lalu, ketika kami dilantik di periode pertama kami menggagas program One Pesantren One Product (OPOP). Program ini mendorong terwujudnya kemandirian ekonomi di tiga pilar, santripreneur, pesantrenpreneur dan sociopreneur,” tegasnya.
Masing-masing memiliki peran dalam pengembangan ekonomi berbasis pesantren yang dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pesantren saja, melainkan juga berdampak bagi masyarakat sekitar pondok pesantren.
“Dalam pelaksanaannya kita juga melibatkan pentahelix yang melibatkan Perguruan Tinggi, Pelaku Usaha, Komunitas, lembaga keuangan, Pemerintah dan Media. Program OPOP diharapkan berhasil meningkatkan kesejahteraan masyarakat, baik di dalam maupun di sekitar pesantren,” tegasnya.

Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




