Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut 2, Khofifah Indar Parawansa, saat memberi sambutan.
SITUBONDO, BANGSAONLINE.com - Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut 2, Khofifah Indar Parawansa, menjadi narasumber dalam sarasehan di STAI As-Sibaweihi di Pondok Pesantren Nurul Wafa Besuki pada Selasa (22/10/2024).
Di hadapan Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Wafa, KH. Hafidh Sibawayhie; Ketua Sekolah Tinggi Islam Ahmad Sibawayhie, KH. Abdul Fatah, Lc., M.SEI; dan banyak tamu yang hadir, Khofifah secara khusus mendorong santri dan pesantren untuk mewujudkan kemandirian melalui kewirausahaan.
BACA JUGA:
- Peringati Tahun Baru Islam 1448 H, Gubernur Khofifah: 1 Muharram Momentum Perkuat Kesalehan Sosial
- Bertabur Hadiah, Gubernur Khofifah Ajak Warga Meriahkan Jalan Sehat Tahun Baru Islam
- Wisuda Tahfidz Khadijah Surabaya, Gubernur Khofifah: Generasi Qurani Jadi Modal Daya Saing Bangsa
- Khofifah Lantik Pengurus Ika FH Unair, Ajak Alumni Buka Akses Magang dan Jejaring bagi Mahasiswa
Sebab, ditegaskannya dengan santri dan pesantren berdaya secara ekonomi maka kemampuan untuk membangun kekuatan di sektor lain akan mengikuti dengan mudah.
“Itulah mengapa lima tahun yang lalu, ketika kami dilantik di periode pertama kami menggagas program One Pesantren One Product (OPOP). Program ini mendorong terwujudnya kemandirian ekonomi di tiga pilar, santripreneur, pesantrenpreneur dan sociopreneur,” tegasnya.
Masing-masing memiliki peran dalam pengembangan ekonomi berbasis pesantren yang dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pesantren saja, melainkan juga berdampak bagi masyarakat sekitar pondok pesantren.
“Dalam pelaksanaannya kita juga melibatkan pentahelix yang melibatkan Perguruan Tinggi, Pelaku Usaha, Komunitas, lembaga keuangan, Pemerintah dan Media. Program OPOP diharapkan berhasil meningkatkan kesejahteraan masyarakat, baik di dalam maupun di sekitar pesantren,” tegasnya.

Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




