Lebih lanjut dalam kesempatan ini iamenegaskan bahwa buku ini juga sarat menyampaikan kedalaman keilmuan yang dimiliki oleh KH Hasyim Asy’ari.
Sebab buku ini disusun langsung oleh cicit KH Hasyim Asy’ari. Yang sengaja ingin membukukan pemikiran-pemikiran KH Hasyim Asy’ari tentang kebangsaan, tentang NU dan tentang gagasannya tentang pentingnya membangun persatuan.
“Indonesia memiliki banyak ulama besar yang memiliki kedalaman ilmu bahkan diakui oleh dunia global. Sayang sekali jika tidak digaungkan kembali. Jadi ini semacam dakwah yang ingin kita lakukan bersama, untuk syiar dalam tujuan kebaikan bersama, membangun persatuan dan persaudaraan yang makin kokoh,” ujarnya.
Senada dengan semangat itu, lima tahun belakangan, Khofifah juga telah melakukan upaya untuk mengumpulkan manuskrip kuno atau biasa disebut turots karya ulama Indonesia dari berbagai daerah. Selama lima tahun itu, telah berhasil terkumpul sebanyak 400 turots yang kemudian berhasil dituliskan kembali.










