"Kami sering melihat pengusaha telur asin di kampung kami masih tradisional dalam mencuci telur. Cara itu butuh waktu lama, reskio pecah, dan biayanya mahal. Maka kami membuat mesin boks ini," kata Aurora kepada wartawan saat memperagakan cara kerja kotak pencuci telur buatan mereka di SDN 1 Kranggan, Senin (21/9/2015).
Pelajar asal Desa Sumber Girang, Kecamatan Puri, Mojokerto itu menjelaskan, kotak pencuci telur buatannya memudahkan produsen telur asin dalam mencuci telur bebek sebelum dan sesudah diasinkan. Menurutnya, selama ini produsen telur asin mencuci telur bebek dengan cara manual dengan menggunakan sikat baju.
Cara mencuci telur tradisional itu membutuhkan waktu 30 detik per butir atau 9 jam untuk 1.000 butir telur bebek. Pengusaha pun harus membayar tenaga pencuci telur Rp 200 per butir.
"Dengan alat ini, proses mencuci telur bisa lebih cepat, hanya 10 detik per butir atau hanya 3 jam untuk mencuci seribu telur. Selain itu menghemat biaya, tenaga, serta mengurangi resiko telur pecah," ujar putri pasangan Agus Suhendi (43) dan Ninis Puspita (42) itu.










