Anak Dirawat karena Demam dan Dehidrasi, Zainul Rasakan Manfaat JKN

Ringkasan Berita
  • Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) memberikan perlindungan biaya pengobatan dan rasa aman bagi peserta, seperti Zainul Abidin yang anaknya dirawat akibat demam tinggi dan dehidrasi.
  • Sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) JKN, Zainul memanfaatkan layanan digital BPJS Kesehatan untuk mengecek status kepesertaan secara berkal agar tidak terkendala administrasi saat berobat.
  • Proses pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) berlangsung cepat, mulai dari pemeriksaan awal hingga rekomendasi rawat inap untuk pemantauan optimal tanpa biaya tambahan bagi pasien.
  • Zainul mengapresiasi peran JKN dalam memberikan akses pelayanan kesehatan yang layak dan berharap program ini terus berjalan serta semakin baik ke depan.

MOJOKERTO,BANGSAONLINE.com - Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kembali dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Salah satunya dialami Zainul Abidin yang mengaku sangat terbantu saat anaknya harus menjalani perawatan akibat demam tinggi dan dehidrasi.

Zainul menceritakan, kekhawatiran mulai muncul ketika anaknya mengalami demam tinggi yang tidak kunjung turun selama beberapa hari. 

Kondisi anaknya juga semakin lemas dan mengalami dehidrasi akibat berkurangnya asupan makan dan minum.

Dalam kondisi tersebut, Zainul segera membawa anaknya ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) untuk mendapatkan penanganan medis.

Sebagai peserta JKN segmen Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK), Zainul merasa terbantu dengan perlindungan kesehatan yang diberikan melalui Program JKN.

Menurutnya, program tersebut memberikan rasa aman karena dirinya tidak perlu memikirkan biaya pengobatan ketika keluarganya membutuhkan pelayanan kesehatan.

"Waktu itu kondisi anak saya cukup mengkhawatirkan karena demamnya tinggi dan tidak kunjung turun. Saya langsung membawanya ke IGD untuk mendapatkan penanganan," ujar Zainul saat ditemui di Mojokerto, Kamis (25/6/2026).

Setibanya di IGD, proses pelayanan berlangsung dengan cepat.

Petugas kesehatan segera melakukan pemeriksaan awal untuk mengetahui kondisi anaknya.

Setelah dilakukan observasi dan pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter, anaknya disarankan menjalani rawat inap agar mendapatkan pemantauan dan penanganan yang optimal.

"Ketika sampai di IGD, petugas langsung melakukan pemeriksaan. Prosesnya cukup cepat dan dokter menjelaskan kondisi anak saya dengan baik. Setelah diperiksa, dokter menyampaikan bahwa anak saya perlu menjalani rawat inap karena mengalami dehidrasi dan harus mendapatkan perawatan lebih lanjut," tuturnya.

Selain memanfaatkan layanan kesehatan, Zainul juga menggunakan layanan digital BPJS Kesehatan.
Salah satu layanan yang dimanfaatkan adalah pengecekan status kepesertaan melalui aplikasi Mobile JKN.

Menurutnya, fitur tersebut sangat penting, khususnya bagi peserta segmen PBI JK, untuk memastikan status kepesertaan tetap aktif sehingga tidak mengalami kendala saat membutuhkan pelayanan kesehatan.

"Saya biasanya melakukan pengecekan status kepesertaan secara berkala melalui Mobile JKN. Sebagai peserta PBI, menurut saya penting untuk memastikan status kepesertaan masih aktif atau tidak. Dengan begitu, ketika sewaktu-waktu membutuhkan pelayanan kesehatan tidak mengalami kendala administrasi," ujar Zainul.

Zainul juga mengapresiasi manfaat Program JKN yang telah membantunya selama proses perawatan.

Ia mengaku tidak mengeluarkan biaya tambahan atas pelayanan yang diterima selama menjalani rawat inap.

Menurut Zainul, Program JKN memiliki peran penting dalam memastikan masyarakat memperoleh akses pelayanan kesehatan yang layak tanpa terkendala biaya.

"Saya berharap Program JKN terus berjalan dan semakin baik ke depannya. Program ini sangat membantu masyarakat, terutama ketika menghadapi kondisi darurat yang membutuhkan pengobatan dan perawatan.Terima kasih kepada BPJS Kesehatan dan seluruh tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan terbaik," pungkasnya. (ris/van)