Gubernur Jawa Timur terpilih, Khofifah Indar Parawansa, saat memberi sambutan.
JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Gubernur Jawa Timur terpilih, Khofifah Indar Parawansa, hadir dalam Seminar dan Bedah Buku Biografi KH M Yusuf Hasyim: Kiai Militer Pengawal Ideologi NKRI Berbasis Pesantren yang berlangsung di Aula Lantai 3 Gedung KH M Yusuf Hasyim, Pondok Pesantren Tebuireng, Senin (3/2/2025).
Seminar ini sarat mengulas tentang sosok, peran dan jejak perjuangan seorang KH M Yusuf Hasyim dalam dunia militer, kuatnya menjaga NU, berjuang memperjuangkan kemerdekaan RI hingga kiprahnya mengawal NKRI berbasis pesantren.
BACA JUGA:
- Peringati Tahun Baru Islam 1448 H, Gubernur Khofifah: 1 Muharram Momentum Perkuat Kesalehan Sosial
- Bertabur Hadiah, Gubernur Khofifah Ajak Warga Meriahkan Jalan Sehat Tahun Baru Islam
- Wisuda Tahfidz Khadijah Surabaya, Gubernur Khofifah: Generasi Qurani Jadi Modal Daya Saing Bangsa
- Khofifah Lantik Pengurus Ika FH Unair, Ajak Alumni Buka Akses Magang dan Jejaring bagi Mahasiswa
KH M Yusuf Hasyim adalah seorang ulama dan tokoh NU yang berperan besar dalam perkembangan pendidikan Islam di Indonesia. Beliau adalah putra dari KH. Hasyim Asy’ari, pendiri NU.
Tidak hanya itu, KH. Yusuf Hasyim aktif dikenal sebagai ulama dan tokoh NU yang terjun di kemiliteran serta dikenal sebagai ulama yang tegas dalam mempertahankan nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jama’ah. Ia aktif dalam membangun hubungan antara pesantren dan negara.
“Buku ini menurut saya sangat penting bagi kita semua, karena sejatinya kita memiliki banyak ulama yang begitu besar peran dan kiprahnya untuk bangsa dan negata namun tidak terekam dan tertulis jejak perjuangannya,” kata Khofifah.
Buku ini menjadi referensi yang dibutuhkan oleh masyarakat. Sebab tak sedikit ulama NU yang begitu berperan dalam proses penyiapan kemerdekaan, maupun saat mempertahankan kemerdekaan yang tidak tertulis perjuangannya.
“Kalau tidak ada yang menuliskannya secara serius akan sangat besar kemungkinannya tidak akan tertulis lengkap ke depannya. Kalaupun ada tentu validitasnya tidak sekuat ketika yang menuliskannya tim diberseiringi anggota keluarga,” urai Khofifah.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




