Gubernur Khofifah bersama Wakilnya, Emil Dardak saat menemui massa buruh. Foto: Devi Fitri Afriyanti/BANGSAONLINE
SURABAYA,BANGSAONLINE.com - Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa bersama Forkopimda menemui ribuan buruh yang menggelar aksi May Day 2025 di Kantor Gubernur Jatim, Kamis (1/5/2025).
"Jadi mereka yang dari Pasuruan bahkan dari Bojonegoro, Mojokerto, mereka dikawal, dan alhamdulilah sangat kondusif, mereka bisa melakukan dan merayakan hari buruh internasional ini dengan baik," kata Khofifah.
BACA JUGA:
- Peringati Tahun Baru Islam 1448 H, Gubernur Khofifah: 1 Muharram Momentum Perkuat Kesalehan Sosial
- Bertabur Hadiah, Gubernur Khofifah Ajak Warga Meriahkan Jalan Sehat Tahun Baru Islam
- Wisuda Tahfidz Khadijah Surabaya, Gubernur Khofifah: Generasi Qurani Jadi Modal Daya Saing Bangsa
- Khofifah Lantik Pengurus Ika FH Unair, Ajak Alumni Buka Akses Magang dan Jejaring bagi Mahasiswa
"Dan 17 rekomendasi mereka sudah kita bahas bersama dan kita setuju, ditambah lagi pemprov Jawa Timur memang sudah menyiapkan 10 vocational training lengkap dengan sertifikasinya bagi mereka korban PHK," imbuhnya.
Menurut Khofifah, Pemprov Jatim akan bersinergi dengan BPJS Ketenagakerjaan untuk menghadirkan Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) untuk 10 ribu pekerja.
"Jadi 10 ribu ini program dari pemprov, bagi mereka yang kena phk, maka mereka boleh mengikuti pelatihan ketrampilan sampai dengan sertifikasinya, harapan kita mereka bisa naik kelas," ungkapnya.
Ketua FSPMI Jatim, Jazuli mengatakan Gubernur Khofifah telah menandatangani tuntutan para buruh di hari May Day 2025 ini.
"Terima kasih Bu Khofifah dan Pak Emil telah menandatangani 17 poin tuntutan para buruh untuk diperjuangkan di pemerintah pusat dan daerah," ucap Jazuli di atas panggung.
Jazuli membeberkan sejumlah tuntutan dari para buruh yang telah ditandatangani oleh Khofifah. Di antaranya pembentukan klaster tenaga kerja. (dev/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




