Gubernur Khofifah saat menghadiri Banyuwangi Ethno Carnival 2025.
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Gubernur Khofifah membuka Grand Carnival Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2025 di Taman Blambangan, Sabtu (12/7/2025).
BEC kembali terpilih sebagai salah satu ajang unggulan dalam Karisma Event Nusantara (KEN) yang digagas Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Penetapan ini didasarkan pada daya tarik pariwisata yang dinilai memberikan dampak positif luar biasa bagi daerah.
BACA JUGA:
- Gubernur Khofifah Lantik 65 Kepala Sekolah, Minta Prestasi Pendidikan Jatim Terus Ditingkatkan
- Jawa Timur Pertahankan Prestasi Tertinggi SNBP dan SNBT 2026
- Sambut Kepulangan Kloter Pertama Jemaah Haji dari Jawa Timur, Khofifah Apresiasi Layanan Imigrasi
- WFH ASN Jatim Bergeser ke Jumat Mulai Juni, Gubernur Khofifah: Ikuti Arahan Mendagri
Mengusung tema 'Ngelukat: Usingnese Traditional Ritual', BEC 2025 berlangsung meriah dan berhasil menyedot puluhan ribu wisatawan domestik dan mancanegara.
Pengunjung dimanjakan dengan gemerlap Parade Fashion Show Puteri Indonesia 2025, pertunjukan Fragment Ngelukat-Kidung Nyurup oleh Dewan Kesenian Blambangan, serta pagelaran musik dan tari perpaduan seni tradisional dan modern. Tidak hanya parade kostum, tersedia juga pameran dan kaleidoskop budaya yang menarik minat pengunjung.
Dalam sambutannya, Khofifah menegaskan bahwa meski BEC adalah milik Banyuwangi, pengaruhnya menjangkau seluruh nusantara bahkan dunia.
"Hari ini kita kembali menjadi saksi bahwa BEC memberikan kekuatan pada beragam bingkai ekonomi, budaya, dan sosial. BEC juga merajut kekuatan masyarakat Banyuwangi, Jawa Timur, dan Indonesia se-nusantara. Ini peragaan budaya yang menguatkan kita dan peradaban kita," katanya.
Khofifah juga memuji upaya Banyuwangi menggali nilai-nilai budaya lokal secara mendalam.
"Di Banyuwangi Ethno Carnival ini kita bisa melihat bagaimana kekayaan budaya kita bisa menggambarkan life cycle manusia. Dari mulai kehamilan, 7 bulanan, turun tanah, sampai menikah dan seterusnya. Jadi ada proses yang terus dihidupkan berbasis budaya Banyuwangi," ujarnya.

Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




