“Tanggal 5 itu sesuai dengan rukun Islam yang lima, kita berharap proses rekrutmen ini mendapat berkah dari Allah SWT dan membawa kejayaan bagi Partai Golkar,” ujar Asrofi dalam konferensi pers di kantor Golkar Jl.Adityawarman Selasa (5/8/2025).
Proses penjaringan calon ketua mengikuti petunjuk pelaksanaan Musda sebagaimana tertuang dalam Juklak 02 tentang Musyawarah Daerah.
Ada sembilan syarat utama yang harus dipenuhi oleh bakal calon ketua.
Di antaranya adalah pernah menjadi pengurus Golkar atau hasta karya minimal lima tahun, berpendidikan minimal S1, aktif sebagai kader selama lima tahun terakhir tanpa pernah berpindah ke partai lain, memiliki sertifikat kaderisasi, hingga memiliki integritas dalam bentuk prestasi, dedikasi, loyalitas, dan tidak tercela (PDLT). Syarat lain termasuk tidak pernah terlibat dalam sejarah kelam G30S/PKI, serta memiliki kesiapan bekerja kolektif di dalam tubuh partai.










