Gubernur Khofifah Lepas 361 Tim Ekspedisi 80 Arjuno, Ajak Rawat Nasionalisme

Seperti menanam cemara gunung dan eucalyptus, sehingga pada saat yang sama tumbuh aliran atau sumber air yang salah satunya bisa diambil dari Gunung Arjuno.

"Betapa makna sumber air begitu berharga bagi masyarakat utamanya di 5 dusun wilayah Singosari. Sehingga panjenengan yang akan menanam menjadi embrio sumber air berikutnya," ujarnya saat sambutan.

Dijelaskan dia, Pemprov Jatim beberapa kali melakukan Aeroseeding untuk menebar benih yang caranya dilakukan dengan tidak mudah. 

Harus mendapat persetujuan dari KSAU karena menebar bibit menggunakan pesawat Angkatan Udara. Termasuk peta dari Perhutani karena setiap area bibitnya berbeda-beda.

"Mencari benih tidak mudah dan mengumpulkan kurang lebih 1 tahun. Maka menanam yang panjenengan lakukan bentuk mencintai Indonesia dan mencintai alam," kata Khofifah.

Menurut Khofifah, dengan menanam menjadi wujud nyata perjuangan zaman sekarang. Sebab, konsep perjuangan tempo dulu dan sekarang sangatlah berbeda. 

Saat ini, lanjutnya, perjuangan ditunjukkan dengan melakukan konservasi salah satunya menanam Cemara gunung dan eucalyptus.

"Bakti kita untuk masyarakat, bangsa dan negara dengan menanam sekaligus melakukan upacara untuk mengobarkan merah putih," ungkapnya.

"Semoga yang ditanam, tumbuh dengan baik, sehingga menjadi sumber air baru dan memberikan kehidupan bagi masyarakat," ungkapnya.

Adapun kegiatan pendakian Tim ekspedisi 80 Arjuno melakukan upacara detik-detik proklamasi area pasar Dieng. 

Para pendaki akan melaksanakan upacara bendera dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI dengan membentangkan bendera Merah Putih sepanjang 80 meter di Puncak Gunung Arjuno.

"Cintai merah putih dengan menjaga alam, daya dukung lingkungan. Ini cara kita mencintai negara, merah putih dan cara kita menjadi bagian untuk memberikan penguatan HUT kemerdekaan RI ke-80. Salam merah putih," pesan Khofifah. (dev/van)