Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Gubernur Khofifah memastikan bahwa proses renovasi Gedung Negara Grahadi dilakukan secara cermat dan sesuai kaidah pelestarian warisan budaya. Renovasi ini melibatkan para ahli cagar budaya untuk menjaga keaslian karakter bangunan bersejarah tersebut.
Menurut Khofifah, setiap material yang digunakan dalam proses restorasi tengah diidentifikasi secara detail agar sesuai dengan bentuk dan bahan aslinya.
BACA JUGA:
- Peringati Tahun Baru Islam 1448 H, Gubernur Khofifah: 1 Muharram Momentum Perkuat Kesalehan Sosial
- Bertabur Hadiah, Gubernur Khofifah Ajak Warga Meriahkan Jalan Sehat Tahun Baru Islam
- Wisuda Tahfidz Khadijah Surabaya, Gubernur Khofifah: Generasi Qurani Jadi Modal Daya Saing Bangsa
- Khofifah Lantik Pengurus Ika FH Unair, Ajak Alumni Buka Akses Magang dan Jejaring bagi Mahasiswa
“Semua dihitung, diidentifikasi, dikasih catatan-catatan. Jenis paku, kapur, genteng, kayu, hingga kaca semuanya diperhatikan. Dulu tidak pakai semen, tapi kapur, dan itu tidak diproduksi di Indonesia, jadi harus pesan khusus,” ujarnya, Minggu (7/9/2025).
Ia menjelaskan, beberapa material seperti kayu akan dipesan melalui Perhutani, genteng akan dibuat ulang sesuai model dan warna aslinya, sementara kaca dan marmer yang rusak akan ditangani berdasarkan arahan tim konservasi.
“Kalau persis sama dengan aslinya tidak bisa, tapi semaksimal mungkin dibuat seperti dulu,” tuturnya.
Dalam proses pembersihan, Khofifah turut melibatkan santri dari Pesantren Tebuireng dengan pengawasan ketat dari tim cagar budaya.
“Besok santri Tebuireng akan membantu bersih-bersih, tetap dalam monitoring mereka,” imbuhnya.
Terkait target penyelesaian, Khofifah berharap renovasi Gedung Grahadi dapat rampung dalam waktu tiga bulan.
“Mudah-mudahan, karena asumsi barang materialnya sudah terkonfirmasi,” pungkasnya. (dev/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




