“Petugas kesehatan membutuhkan pengetahuan yang cukup, terutama terkait penyakit lupus, yang gejalanya bisa menyerupai penyakit lain. Deteksi dan diagnosa yang cepat sangat penting agar pasien bisa segera mendapatkan penanganan,” jelasnya.
Untuk penyakit LES, lanjutnya, ada beberapa gejala yang bisa diamati, antara lain ruam kulit khas berbentuk kupu-kupu, nyeri dan bengkak sendi, kelelahan ekstrem, demam, sesak napas, sariawan, fotosensitivitas (sensitivitas terhadap sinar matahari), serta pembengkakan pada kelenjar, kaki, atau wajah.
LES juga dapat memengaruhi organ dalam seperti ginjal, jantung, paru-paru, dan sistem saraf, sehingga gejalanya bisa sangat beragam.
“Dari gejala tersebut masyarakat bisa segera memeriksakan diri ke puskesmas sehingga bisa terdeteksi lebih awal. LES ini merupakan program baru dari Kementerian kesehatan maka dari itu kita bekali pemahaman kepada para petugas kesehatan agar mereka bisa melakukan screening ke masyarakat yang datang ke puskesmas,” imbuhnya.










