Ia menjelaskan bahwa benda-benda besar seperti kursi bahkan kasur yang dibuang ke sungai dapat menyumbat dan merusak mechanical screen pada rumah pompa. Alat ini berfungsi menyaring sampah sebelum air dipompa keluar.
Menurutnya, kerusakan pada pompa tersebut mengakibatkan proses penyedotan air menjadi tidak maksimal, sehingga berpotensi menyebabkan genangan air lebih lama dan meluas, khususnya di kawasan yang mengandalkan rumah pompa tersebut seperti area Dharmahusada hingga Kalisari.
"Sampah-sampah besar yang dibuang ke sungai bisa merusak mesin-mesin di rumah pompa. Kalau pompa rusak, kemampuan untuk menghilangkan genangan air menjadi terhambat, meskipun secara umum genangan saat ini cepat surut setelah hujan reda. Ayolah jangan buang sampah di sungai, sampah apapun itu," tegas Wali Kota Eri.











