Juga hadir Syaikh Ahmad Muhammad Mabruk dan Syaikh Dr Faraq Salim Al Azhari asal Mesir.
Kiai Asep juga menekankan pentingnya KOPRI PMII melakukan transformasi. “Dulu santri memperjuangkan kemerdekaan, sekarang santri dan PMII harus mengisi kemerdekaan,” ujar pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya dan Pacet Mojokerto itu.
BACA JUGA:Singgung Peran NU, Kiai Asep: Kita Punya ITS dan ITB Tapi Tak Bisa Buat Motor, Apalagi Rudal
Kiai Asep bercerita bagaimana perjuangan dan pengorbanan para santri dalam pertempuran 10 November 1945 di Surabaya. Menurut dia, banyak sekali korban meninggal dalam perang untuk mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia itu.
“30.000 mayat mengambang di Kalimas Jembatan Merah Surabaya,” ujar putra pahlawan nasional KH Abdul Chalim itu.










