Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.
MALANG, BANGSAONLINE.com - Gubernur Khofifah mengajak para camat, sekretaris camat (Sekcam), dan sekretaris desa (Sekdes) untuk proaktif melakukan jemput bola demi menyukseskan berbagai program strategis nasional.
Ajakan tersebut disampaikan saat memberikan ceramah umum pada Pelatihan Teknis Peningkatan Kapasitas SDM Sekretaris Desa Angkatan I–IV dan Kepamongprajaan bagi Camat dan Sekcam Tahun 2025 di Malang pada Selasa (2/12/2025).
BACA JUGA:
- Wali Kota Kediri Serahkan Kendaraan Operasional untuk KKMP Ngronggo dan Tosaren
- Produksi Padi Jatim Naik, Gubernur Khofifah Optimis Surplus Beras
- Jadi Guest Lecture Dies Natalis ke-39 UHT, Khofifah: SDM Maritim Unggul untuk Gerbang Baru Nusantara
- Ekonomi Jatim Tumbuh 5,96 Persen, Tertinggi di Pulau Jawa
Khofifah menekankan pentingnya peran desa dalam mendukung program nasional.
"Banyak program yang sekarang ini ditugaskan kepada desa, banyak sekali, tolong aparatur desa dan kecamatan menyukseskan berbagai program strategis tersebut," ujarnya.
Beberapa program yang langsung menyasar desa antara lain Rumah Restorative Justice (RJ), Pos Bantuan Hukum (Posbankum), serta Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Saat ini di Jawa Timur telah terbentuk 8.494 unit koperasi, dengan 674 di antaranya mulai beroperasi.
"Jadi KDKMP ini bagaimana koperasi merah putih berbasis desa, menyediakan beras SPHP, MinyaKita, tabung elpiji 3 kilogram, dan juga pupuk untuk kebutuhan petani," kata Khofifah.
Ia menambahkan, RJ merupakan konsep penyelesaian konflik dengan pendekatan restoratif yang fokus pada pemulihan antara pelaku, korban, dan masyarakat.
Program ini telah diimplementasikan melalui penandatanganan kerja sama antara bupati/wali kota dengan kepala kejaksaan negeri setempat.
Sementara Posbankum menyediakan layanan informasi, konsultasi, mediasi, dan rujukan hukum bagi masyarakat desa, dengan dukungan paralegal yang dilatih Kementerian Hukum.
"Dari banyaknya tugas-tugas yang tersentral di desa, tentu penguatan kapasitas SDM menjadi penting, dan yang paling penting untuk penyiapan paralegal," ucap Khofifah.






