Erupsi Gunung Semeru. Foto: PVMBG
BANGSAONLINE.com - Gunung Semeru yang memiliki ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut kembali erupsi pada Jumat (9/1/2026) sore, disertai awan panas guguran dengan jarak luncur sejauh 4 kilometer dari puncak Mahameru.
"Terjadi awan panas guguran dengan jarak luncur 4.000 meter dan erupsi masih berlangsung saat laporan sedang dibuat," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian.
Berdasarkan pantauan CCTV pukul 16.01 WIB, awan panas guguran berhenti pada jarak 5 kilometer dari puncak. Erupsi tercatat terjadi pukul 15.13 WIB dengan tinggi kolom letusan sekitar 2.000 meter di atas puncak atau 5.676 meter di atas permukaan laut.
"Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah utara dan timur laut. Erupsi itu terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi sementara sekitar 19 menit 52 detik," ucap Sigit.
Saat ini, Gunung Semeru berada pada Status Level III (Siaga). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 km dari puncak.
"Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak," urai Sigit.
Selain itu, masyarakat diminta tidak beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah/puncak Gunung Semeru karena rawan lontaran batu pijar.
Warga juga harus mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai berhulu di puncak, terutama Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta anak-anak sungai dari Besuk Kobokan. (rom)






