Hadapi Tantangan di Era AI, Microsoft Dirumorkan PHK 22.000 Karyawannya

Hadapi Tantangan di Era AI, Microsoft Dirumorkan PHK 22.000 Karyawannya Ilustrasi Kantor Microsoft di Vancouver, Kanada.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Rumor pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran di kembali ramai diperbincangkan. dikabarkan mempersiapkan pemangkasan pegawai hingga 22.000 karyawan pada awal 2026 ini. Hal ini diduga karena restrukturisasi perusahaan menghadapi era kecerdasan buatan (AI).

Dilansir Neowin, mempersiapkan gelombang PHK baru pada kuartal pertama 2026. Secara histori, perusahaan ini kerap melakukan pemangkasan karyawan pada Januari dan Juli, yang masing-masing menandai periode pasca-liburan dan awal tahun fiskal. Langkah ini dianggap sebagai bagian dari strategi restrukturisasi untuk menghadapi tantangan di era kecerdasan buatan (AI).

CEO , Satya Nadella, pernah menyatakan bahwa 2026 bisa menjadi tahun yang "berantakan" bagi industri teknologi.

Pasalnya, sektor ini sedang bertransisi dari sekadar demonstrasi AI ke integrasi yang lebih mendalam.

sendiri tengah mengalihkan pengeluaran modal (capital expenditure) ke arah GPU dan pusat data untuk mendukung pengembangan AI. Untuk menutupi biaya tersebut, perusahaan perlu melakukan penghematan pada sumber daya manusia, yang dalam praktiknya berarti pemecatan karyawan.

Nadella juga menyebut ukuran sebagai "kerugian besar" dalam persaingan AI, mengingat perusahaan memiliki lebih dari 220.000 karyawan secara global. Setelah perekrutan berlebih selama pandemi, telah mulai memangkas lapisan manajemen menengah untuk meratakan struktur organisasi.

Menurut laporan dari HR Digest, rumor PHK kali ini bisa mencapai 5 hingga 10 persen dari total tenaga kerja, atau setara dengan 11.000 hingga 22.000 posisi. Area yang paling berisiko terkena dampak PHK meliputi manajemen menengah, operasi Azure Cloud, divisi gaming/Xbox, penjualan, serta rekayasa non-inti.

Namun, hingga kini, belum mengumumkan secara resmi mengenai rencana ini. Kalau kabar ini benar bakal menambah daftar panjang efisiensi di . Sebelumnya pada tahun 2025, perusahaan telah memotong sekitar 15.000 posisi kerja. (rif)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO