Targetkan 400 Ribu BSPS 2026, Pemerintah Dorong Pembangunan Rumah MBR dan Rusun Subsidi

Targetkan 400 Ribu BSPS 2026, Pemerintah Dorong Pembangunan Rumah MBR dan Rusun Subsidi Para pekerja sedang membangun jalan di sebuah kompleks perumahan. Foto: Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.

BANGSAONLINE.com - Dirjen Perumahan Perdesaan (Perumdes) Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Imran, mengatakan bahwa pemerintah menargetkan penyaluran 400 ribu unit Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) pada tahun ini.

“BSPS yang ada di APBN saat ini sebanyak 400 ribu unit,” tuturnya pada Selasa (13/1/2026).

Dijelaskan olehnya, program BSPS menjadi langkah strategis mempercepat pembangunan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Bantuan terbesar difokuskan di wilayah perdesaan karena rumah tidak layak huni paling banyak ditemukan di kawasan tersebut.

“Sampai saat ini, yang terbesar berada di perdesaan, yakni 160 ribu unit. Sisanya dibagi rata antara perkotaan dan pesisir,” ujarnya.

Selain BSPS, Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) juga ditingkatkan menjadi 350 ribu unit pada 2026. Program FLPP membantu masyarakat berpenghasilan rendah memiliki rumah melalui KPR bersubsidi.

Imran memastikan seluruh daerah akan memperoleh alokasi BSPS dengan mempertimbangkan indikator dari Kementerian PKP, seperti kemiskinan ekstrem dan kondisi rumah tidak layak huni berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS). 

Program BSPS dan FLPP menjadi bagian strategi pemerintah untuk mencapai target pembangunan tiga juta rumah hingga 2026.

Sementara itu, Menteri PKP, Maruarar Sirait, menegaskan percepatan regulasi pembangunan rumah susun (rusun) subsidi di perkotaan. Ia menyebut pembahasan dengan Kementerian Hukum difokuskan pada aturan agar pembangunan segera dijalankan.

“Tahun ini kita akan memulai pembangunan. Terobosan hukum dibuat supaya lahan-lahan bisa dipakai, melindungi hak masyarakat, sekaligus mendukung dunia usaha,” ucapnya.

Menurut dia, langkah ini sejalan dengan arahan Presiden untuk menjadikan sektor perumahan sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi.

“Karena kata Pak Presiden, sektor perumahan ini kan bisa menggerakkan pertumbuhan ekonomi dengan signifikan,” pungkasnya. (rom)