Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama atau yang akrab disapa Ning Lia, saat kunjungan ke RS Menur Surabaya.
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama atau yang akrab disapa Ning Lia, menilai bentuk kekerasan psikologis maupun sosial seperti perundungan kini berkelindan dengan persoalan lain, mulai dari kecanduan gim daring, konflik keluarga, hingga kebutuhan pendidikan karakter sejak dini.
“Bahwa kasus bullying hari ini tidak lagi sporadis. Sebagian besar muncul di lingkungan terdekat anak, bahkan di tempat yang dianggap aman seperti rumah dan pondok pesantren,” ucapnya.
BACA JUGA:
- 200 Siswa Surabaya Diduga Keracunan MBG, Ning Lia: Harus Ada Penyesuaian Porsi Sesuai Kemampuan SPPG
- Ingat Proses Perjuangan Sulit, Anggota DPD RI Lia Istifhama Enggan Khianati Amanah Masyarakat
- Ning Lia Dukung Pembangunan RPH Halal Tingkat Provinsi
- Ning Lia Ajak Alumni UINSA Jaga Silaturahmi dan Almamater
Ia menambahkan, kasus yang muncul tidak hanya berupa bullying, tetapi juga pencurian kecil di pesantren maupun lingkungan rumah. Hal tersebut menunjukkan masalah semakin luas dan tidak bisa dianggap enteng.
Menurut dia, persoalan mental dan karakter anak harus dipandang sebagai kerja bersama, bukan hanya tugas sekolah.
“Kita mendidik anak itu harus dua arah. Orang tua harus menjaga agar anak jangan sampai menjadi pelaku perundungan, tapi juga jangan sampai menjadi korban,” tuturnya.
Upaya pencegahan, lanjut NIng Lia, dimulai dari pembentukan mental yang kuat sejak kecil.
“Supaya anak tidak jadi objek dari perundungan, mereka harus dibekali keberanian, ketegasan, ketangguhan, dan fokus dalam kehidupan nyata. Jangan sampai mereka terjebak terlalu dalam pada dunia maya,” imbuhnya.
Ia juga menyoroti kecanduan gim daring sebagai pemicu gangguan belajar hingga depresi ringan pada anak dan remaja.
“Banyak kasus gangguan fungsi belajar muncul karena anak lebih tenggelam dalam dunia maya dibanding dunia nyata. Ini membuat mereka rentan,” ujarnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




