"Mungkin masyarakat sekitar yang hadir di acara itu tampak antusias karena ada kegiatan sholawat dan pengajian umum yang dihadiri ulama nyentrik yang cukup familiar di Jawa Timur, yakni KH. Saifudin alias Gus Peyek," kata Tri kepada HARIAN BANGSA di sela acara.
Kehadiran Gus Peyek serta iringan grup sholawat yang dipandu oleh Habib Hamid Assegaf dari Sidoarjo menjadi magnet utama yang menarik ribuan jamaah.
"Sehingga yang hadir membludak dan mendekati ribuan jamaah yang hadir," ucap Tri menambahkan.
Hal yang menarik, seluruh pendanaan acara besar ini murni berasal dari kantong warga sendiri. Pihak panitia menegaskan tidak menggunakan bantuan anggaran dari pemerintah desa, kecamatan, maupun kabupaten.










