Proses pemulangan santri Ponpes Lirboyo ke kampung halamannya. Foto: Ist
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Ponpes Lirboyo resmi memasuki masa libur lingkungan. Libur santri ditetapkan mulai hari ini, Kamis (29/1/2026) atau 10 Sya’ban 1447 H hingga Kamis (6/4/2026)/17 Syawal 1447 H.
Sebanyak 17.409 santri dipulangkan secara bertahap selama 2 hari, Kamis (29/1/2026) dan Jumat (30/1/2026), dengan pengorganisasian oleh panitia santri.
Juru bicara Ponpes Lirboyo, H.M. Abdul Muid Shohib atau Gus Muid, menyebut pemulangan dilakukan secara terkoordinasi ke 95 daerah tujuan dengan kepanitiaan tersebar di 70 daerah.
“Pemulangan dilaksanakan secara bergelombang selama dua hari agar tertib dan aman,” ujarnya.
Untuk mendukung kelancaran, pondok menyiapkan 344 armada, terdiri dari 327 bus besar, 9 bus medium, dan 8 elf. Santri luar pulau menjadi prioritas awal pemberangkatan dengan pengantaran ke pelabuhan dan bandara.
“Pada pagi hari ini, santri tujuan Lampung diberangkatkan melalui jalur darat,” kata Gus Muid.
Ia berpesan agar santri menjaga akhlakul karimah selama perjalanan dan liburan, memperbanyak doa, serta menyampaikan salam kepada orang tua.
“Kami imbau santri mengisi liburan dengan kegiatan yang bermanfaat, tidak berlebihan dalam hiburan, dan tetap menjaga kebiasaan mengaji,” tuturnya.
Ditegaskan olehnya, seluruh santri wajib kembali ke pondok pada 6 April 2026 sesuai kalender pendidikan. Sementara santri penghafal Alquran, serta sebagian santri tingkat Tsanawiyah dan Aliyah tetap berada di pondok selama Ramadhan untuk fokus pada hafalan dan materi pelajaran.
“Kami berharap seluruh rangkaian pemulangan santri berjalan lancar dan seluruh santri dapat kembali ke pondok tepat waktu dalam keadaan sehat dan selamat,” ucap Gus Muid.
Salah satu santri asal Lampung, Muhammad Tajudin, menyebut jumlah santri dari daerahnya mencapai sekitar 1.200 orang.
“Pesan dari pengasuh pondok agar kami saat pulang lebih mengutamakan akhlak, peka terhadap lingkungan, dan siap membantu orang tua,” akunya. (uji/mar)






