Penandatangan Adendum Nota Kesepakatan antara Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia dan Pemprov Jatim. Foto: Devi Fitri/BANGSAONLINE
SURABAYA,BANGSAONLINE.com - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengapresiasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebagai daerah pertama yang menjalin kerja sama pengembangan talenta digital dengan pemerintah pusat.
Melalui kerja sama tersebut, Jawa Timur menargetkan hampir 20 ribu talenta digital sepanjang tahun 2026.
BACA JUGA:
- Jadi Guest Lecture Dies Natalis ke-39 UHT, Khofifah: SDM Maritim Unggul untuk Gerbang Baru Nusantara
- Ekonomi Jatim Tumbuh 5,96 Persen, Tertinggi di Pulau Jawa
- Pimpin Upacara Hardiknas 2026, Gubernur Khofifah Apresiasi Paskibra Bersatu Lintas Jenjang
- BSPS di Jatim Melonjak Jadi 33 Ribu Unit, Menteri PKP Dorong Dampak Ekonomi Luas
“Jawa Timur ini termasuk yang pertama menjalin kerja sama talenta digital dengan pemerintah pusat yang diwakili Kementerian Komunikasi dan Digital. Kami senang sekali karena target Ibu Gubernur luar biasa, hampir 20.000 talenta digital tahun ini,” ujar Meutya Hafid, usai acara forum penrangkat daerah tahun 2026 " talenta jatim mendunia".
Meutya menilai target tersebut optimistis namun tetap terukur. Pemerintah pusat bersama Pemprov Jatim akan bergerak cepat dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari perguruan tinggi, akademisi, hingga perusahaan-perusahaan kelas dunia.
“Tentu melibatkan kampus, para akademisi, dan juga perusahaan-perusahaan kelas dunia untuk melatih talenta-talenta digital di Jawa Timur,” jelasnya. Jumat (30/1/2026).
Menurut Meutya, Jawa Timur memiliki potensi besar dalam pengembangan sumber daya manusia digital. Bahkan, tanpa pelatihan khusus pun, banyak talenta muda di daerah ini dinilai sudah piawai mengadopsi teknologi terbaru, termasuk kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI).
“Kalau untuk Jawa Timur ini memang DNA-nya sudah jago-jago. Kami sering berkunjung ke Jawa Timur. Di Malang kemarin kami bertemu talenta-talenta yang luar biasa. Belum mendapat sentuhan pelatihan khusus pun sudah sangat pandai mengadopsi teknologi terbaru,” ungkapnya.
Ke depan, pengembangan talenta digital tersebut juga dapat diarahkan sesuai prioritas daerah, seperti teknologi kesehatan maupun sektor strategis lain yang menjadi fokus Pemprov Jatim.
“Apakah mau difokuskan ke teknologi kesehatan atau bidang prioritas dari Ibu Gubernur, itu bisa disesuaikan,” tambahnya.
Selain itu, Menkomdigi juga menyinggung perlindungan anak di ruang digital. Ia menyampaikan bahwa pemerintah pusat telah menyiapkan implementasi Peraturan Pemerintah (PP) yang menunda akses pembuatan akun media sosial dan platform digital bagi anak di bawah usia 16 tahun.






