Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi.
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem yang diprakirakan terjadi hingga 10 Februari 2026. Berdasarkan informasi BMKG, Surabaya dan sekitarnya berada dalam periode peringatan cuaca ekstrem sejak 1 Februari.
"Waspadai hujan lebat, angin kencang, hujan es, hingga puting beliung, karena dalam beberapa hari terakhir kondisinya sangat luar biasa. Beberapa kejadian seperti robohnya reklame dan tumbangnya pohon sudah terjadi, dan (potensi hujan lebat, angin kencang) sudah kami sampaikan kepada warga," kata Eri.
Ditegaskan olehnya, kondisi cuaca sulit diprediksi dan berpotensi menimbulkan risiko keselamatan. Pemkot Surabaya telah menginstruksikan lurah hingga camat untuk aktif menyosialisasikan langkah antisipasi kepada masyarakat.
Sebagai bagian dari mitigasi, Eri mengingatkan warga agar tidak berteduh di bawah pohon saat hujan turun.
"Saat hujan, mohon jangan berteduh di bawah pohon. Lebih aman berlindung di dalam bangunan, karena sekarang kecepatan angin sulit diprediksi. Seperti kemarin, angin kencang bisa menumbangkan pohon besar dan reklame," ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa perubahan cuaca bisa terjadi tiba-tiba, terutama pada malam hari.
"Siang hari mungkin terasa biasa, tapi malam hari bisa berubah mendadak. Hujannya juga tidak bisa diperkirakan. Karena itu saya minta warga Surabaya lebih mawas diri," pungkasnya. (rom)







