Sinergi Pemkot Surabaya dan Kementan Pastikan Penyaluran Bantuan Beras Tepat Sasaran

Ringkasan Berita
  • Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman meninjau langsung penyaluran bantuan beras Bulog di Surabaya yang merupakan bagian dari program nasional untuk 33,4 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.
  • Pemkot Surabaya melalui DKPP dan Dinsos memastikan distribusi berjalan tertib dengan data yang telah disinkronkan, menyasar 495 KPM di Kelurahan Lidah Kulon dengan alokasi 30 kg per keluarga untuk tiga bulan.
  • Stok beras nasional dalam kondisi melimpah mencapai 5,2 juta ton, dan penyaluran ini seiring dengan peningkatan kesejahteraan petani serta pasokan pangan yang berlimpah.
  • Selain penyaluran terdata, dilakukan pula aksi spontan membagikan beras tambahan di luar kuota Bulog bagi pengemudi ojol dan kurir logistik di sekitar lokasi, menunjukkan komitmen pemerataan bantuan.
  • Pemkot Surabaya berkomitmen penuh mengawal dan memfasilitasi distribusi bantuan pangan hingga ke akar rumput, memastikan program ketahanan pangan nasional dirasakan langsung oleh warga berhak.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus berkomitmen memfasilitasi dan memastikan program bantuan pangan nasional berjalan lancar hingga ke tingkat akar rumput. Hal ini terlihat dalam peninjauan langsung penyaluran bantuan beras yang dihadiri oleh Menteri Pertanian, sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, di Kelurahan Lidah Kulon, Kecamatan Lakarsatri, Surabaya, Rabu (12/8/2026). 

Dalam kegiatan tersebut, Pemkot Surabaya melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) serta Dinas Sosial (Dinsos) memastikan proses pendistribusian beras Bulog bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) berjalan tertib dan sesuai dengan data.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa penyaluran bantuan beras ini merupakan bentuk perhatian dan kepedulian nyata pemerintah pusat bersama daerah kepada masyarakat yang membutuhkan. 

"Ini arahan Bapak Presiden, kita bagikan untuk 33,4 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia. Jawa Timur adalah hari kedua setelah kemarin dari Alor. Kita bergerak terus-menerus sampai habis dan secepat-cepatnya kita keluarkan, daripada beras menumpuk di gudang," tegas Mentan Andi Amran.

Mentan Andi Amran menambahkan bahwa stok beras nasional dalam kondisi sangat melimpah, yakni mencapai 5,2 juta ton. Menurutnya, penyaluran ini dilakukan seiring dengan peningkatan kesejahteraan petani dan melimpahnya pasokan pangan nasional.

"Bantuan pangan sudah berjalan, kesejahteraan petani meningkat, dan stok kita banyak dalam waktu yang sesingkat-singkatnya," lanjut Amran. 

Sementara itu, Kepala DKPP Kota Surabaya, Nanik Sukristina, menyampaikan bahwa penyaluran bantuan di Kelurahan Lidah Kulon menyasar 495 KPM. Bantuan disalurkan sekaligus untuk alokasi tiga bulan yaitu, Juli, Agustus, September sehingga tiap KPM menerima total 30 kilogram beras (10 kg per bulan). 

"Data penerima dari Bulog ini telah disesuaikan dengan data Dinsos Kota Surabaya, yang menyasar warga pada kategori desil 1 hingga desil 3," ujar Nanik saat mendampingi peninjauan. 

Nanik menambahkan, Pemkot Surabaya siap mengawal dan memfasilitasi pendistribusian bantuan serupa di seluruh wilayah Kota Pahlawan.

Selain memastikan distribusi bagi warga terdata berjalan lancar, kesiapan Pemkot Surabaya di lapangan juga mendukung aksi spontan Mentan Andi Amran yang turut membagikan paket beras tambahan di luar kuota Bulog bagi para pengemudi ojek online (ojol) dan kurir logistik di sekitar lokasi acara. 

“Kami berkomitmen untuk terus mendukung dan memastikan program ketahanan pangan nasional dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh warga Surabaya yang berhak menerimanya,” pungkasnya. (ari/rev)