Hindari macet, perbaikan geometri dilakukan di malam hari.
KOTA MADIUN, BANGSAONLINE.com – KAI Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun melakukan pemeliharaan prasarana berupa perbaikan geometri jalur di berbagai titik strategis, termasuk di perlintasan yang memiliki mobilitas kendaraan tinggi.
Manajer Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menegaskan bahwa upaya ini bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan untuk memastikan operasional kereta api tetap aman, nyaman, dan tepat waktu.
"Perlintasan sebidang adalah titik pertemuan krusial antara jalur KA dan jalan raya. Perawatan geometri secara rutin oleh tim Jalan Rel dan Jembatan sangat penting untuk menjaga stabilitas lintasan serta meminimalkan risiko gangguan perjalanan," ujar Tohari, Jumat (27/2/2026).
Salah satu titik utama yang menjadi fokus pengerjaan adalah JPL No. 15, yang berlokasi di Jalan Raya Maospati-Ngawi, Desa Keras, Kecamatan Geneng, Ngawi. Perbaikan di titik ini sangat vital, mengingat cukup padatnya arus lalu lintas kendaraan yang melintasi perlintasan tersebut.
Program peningkatan kualitas jalur ini tidak hanya dilakukan di Ngawi. Sepanjang periode 2025, KAI Daop 7 Madiun telah melakukan perbaikan geometri di 98 titik perlintasan yang tersebar di wilayah kerja Daop 7 yang meliputi Jombang, Nganjuk, Madiun, Magetan, Ngawi, Kediri, Tulungagung, Blitar, Kota Madiun, Kota Kediri, dan Kota Blitar. Adapun program perbaikan geometri di Tahun 2026 akan dilaksanakan di 92 titik JPL.
Tohari mengingatkan, proses ini dapat berdampak pada kepadatan lalu lintas di lokasi pengerjaan, oleh karena itu, ia mengimbau agar masyarakat tetap waspada dan berhari-hari saat melintas area perbaikan, mematuhi rambu lantas, dan mengikuti arahan petugas lapangan.
“Keselamatan perjalanan KA dan pengguna jalan adalah prioritas utama kami. Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul selama proses pengerjaan ini dan berterima kasih atas pengertian masyarakat,” tutup Tohari. (dro/msn)














